Ringkasan Berita:
- Pola makan masyarakat saat ini jadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan penyakit kronis.
- Kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan garam berperan besar dalam meningkatkan risiko kolesterol dan hipertensi.
TRIBUNNEWS.COM - Pola makan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan penyakit kronis.
Menurut dr. Felix Juan Yu dari RS Panti Waluyo Surakarta, kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan garam berperan besar dalam meningkatkan risiko kolesterol dan hipertensi.
Baca juga: Pengemudi Kendaraan Umum Bakal Dapat Cek Kesehatan Gratis Selama Masa Mudik Lebaran 2026
Contoh makanan yang dapat memicu penyakit kronis adalah :
Makanan bersantan, gorengan, kerupuk, dan mentega : memicu kolesterol tinggi.
Makanan tinggi garam dan penyedap : meningkatkan tekanan darah.
“Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti makanan bersantan, gorengan, kerupuk, hingga makanan dengan kandungan mentega tinggi berkontribusi pada peningkatan kolesterol. Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam dan penyedap juga memicu naiknya tekanan darah,” jelasnya.
Gambaran Pola Makan Orang Indonesia
Data nasional menunjukkan bahwa pola makan masyarakat Indonesia masih belum seimbang: skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi nasional tahun 2025 hanya mencapai sekitar 86 dari target 100 menunjukkan adanya rendahnya makanan sehat.
Jika idealnya 100 menunjukkan konsumsi beragam dan bergizi seimbang, tidak di Indonesia.
Di Indonesia sayangnya didominasi konsumsi: padi-padian (beras) masih mendominasi asupan energi.
Konsumsi rendah: sayur, buah, kacang-kacangan, dan protein hewani nabati.
Implikasi: ketidakseimbangan ini meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Dokter Felix Juan Yu menambahkan, penting bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, seperti mengatur pola makan, mengurangi konsumsi lemak jenuh dan garam, serta rutin berolahraga.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal setiap enam bulan hingga satu tahun sekali, juga disarankan untuk memantau kondisi tubuh secara menyeluruh.
Baca tanpa iklan