TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Survei global menunjukkan, banyak orang dewasa yang khawatir terkena cacar api.
Sebanyak 78 persen responden khawatir cacar api dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan 72 persen khawatir penyakit ini dapat menyebabkan rawat inap jangka panjang di rumah sakit terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis.
Baca juga: Cacar Api Bisa Menyerang Saraf dan Mata, Dokter Jelaskan Bahaya Herpes Zoster
Survei ini dilakukan GSK sebagai bagian dari kampanye Shingles Action Week, sekaligus untuk mendukung Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada 7 April 2026.
Survei global terhadap lebih dari 6.000 orang usia 50 ke atas di 10 negara menunjukkan, penderita penyakit kronis berisiko lebih tinggi terkena cacar api dan mengalami komplikasi serius.
Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan, lantaran 42 persen penderita mengalami nyeri berat dan 33 persen terganggu aktivitas serta produktivitasnya ketika terkena cacar api.
Cacar api dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa dalam hidup mereka.
Risiko Terkena Cacar Api dan Beban Pembiayaan
Menurut penelitian global, studi klinis menunjukkan, beberapa penyakit kronis meningkatkan risiko terkena cacar api, seperti penyakit jantung (CVD) sebesar 34 persen, penyakit ginjal (PGK) 29 persen, diabetes (38 persen), atau PPOK atau asma hingga 41 persen.
Di Indonesia, beberapa penyakit komorbid dan faktor tertentu terbukti meningkatkan risiko cacar api.
Baca tanpa iklan