TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kloter pertama jemaah haji Indonesia akan tiba di Saudi Arabia pada Rabu 22 April 2026 hari ini.
Saat pelaksanaan ibadah haji, laman Nusuk Haji Saudi Arabia merilis sembilan rekomendasi kesehatan yang ditujukan khusus bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.
Baca juga: Kloter Pertama Berangkat ke Tanah Suci, Menhaj Minta Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Disiplin
Panduan ini mencakup persiapan medis, obat-obatan, hingga penggunaan alat bantu, sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Berikut adalah 9 hal penting terkait kesehatan para jemaah haji yang harus diketahui:
Langkah Pertama, Konsultasi Kesehatan Lansia
Sebaiknya para calon jemaah haji lansia dan berpenyakit kronik melakukan konsultasi kesehatan sebelum berangkat.
Penyakit kronik berat yang dimaksud berupa kanker lanjut, penyakit paru dan jantung, penyakit hati dan ginjal yang lanjut dan senilitas.
“Jamaah haji ini harus berkonsultasi pada petugas kesehatan untuk menilai kesiapan fisiknya dan juga kondisi kesehatannya secara keseluruhan,” ujar Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama.
Langkah Kedua, Siapkan Dokumentasi Medik
Persiapkan dokumentasi medik setiap jamaah haji berupa dokumen atau catatan dari petugas kesehatan yang memeriksanya di tanah air, dan harus berisi informasi rinci tentang kondisi kesehatannya, obat-obat yang diresepkan untuk dikonsumsi dan berbagai informasi terkait lainnya.
Langkah Ketiga, Perhatikan Stok Obat Pribadi
Terkait obat-obatan. Jemaah haji harus membawa obat-obat yang mereka perlukan dalam jumlah yang mencukupi untuk selama beribadah di Saudi Arabia.
Baca juga: Kementerian Haji Arab Saudi akan Tes Acak Kesehatan Jemaah, Jika Tak Layak Bisa Dipulangkan
Juga dianjurkan untuk membawa informasi nama generik dari obat yang dibawa, karena nama merek dagang obat di Saudi Arabia mungkin berbeda dengan nama di tanah air.
Langkah Keempat, Penyesuaian Waktu Minum Obat
Jemaah haji direkomendasikan untuk menyiapkan kemungkinan penyesuaian waktu dari obat yang dikonsumsi selama di Saudi Arabia, tentu setelah berkonsultasi dengan dokternya.
“Jemaah perlu mempertimbangkan perbedaan waktu antara Saudi Arabia dengan Indonesia, jadwal keberangkatan dan kepulangan serta faktor lainnya,” tutur Prof Tjandra.
Langkah Kelima, Vaksinasi
Tentang status vaksinasi. Laman Nusuk Haji menyebutkan, seluruh jemaah dari berbagai negara di dunia harus mengupdate status vaksinasi mereka, termasuk untuk penyakit menular seperti Diphtheria, Tetanus, Pertussis, Polio, Campak (Measles), Varicella, dan Mumps.
Baca tanpa iklan