Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Flu yang dulu terasa ringan, kini seperti “berbeda”.
- Bukan sekadar bersin atau pilek, tetapi disertai sakit tenggorokan, nyeri badan, hingga demam tinggi.
- Ini penjelasan ahli mengapa tubuh terasa lebih berat hadapi flu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mulai merasakan hal yang sama, flu yang dulu terasa ringan, kini seperti “berbeda”.
Bukan sekadar bersin atau pilek, tetapi disertai sakit tenggorokan, nyeri badan, hingga demam tinggi.
Lalu muncul pertanyaan: apakah virusnya memang berubah?
Baca juga: Flu Tak Kunjung Sembuh? Ini 7 Tips Ampuh dari Dokter
Ketua Umum Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia sekaligus Pakar Alergi dan Imunologi Klinik, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM, menegaskan bahwa kondisi ini memang berkaitan dengan perbedaan jenis infeksi yang dialami masyarakat.
Menurutnya, penting membedakan antara flu biasa (common cold) dan influenza yang sebenarnya.
“Nah itu jelas banget sebenarnya. Ya kalau udah sakit badan banget ya, pening banget. Nah ini influenza,” ujarnya pada media diskusi Perlindungan Tanpa Batas : Pentingnya Influenza bagi Dewasa dan Lansia yang diselenggarakan Kalbe melalui Kalventis di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Bukan Flu Biasa, Tapi Influenza yang Lebih Berat
Prof. Iris menjelaskan bahwa gejala yang kini dirasakan banyak orang kemungkinan besar bukan lagi sekadar flu ringan.
Melainkan influenza, yang memang memiliki gejala jauh lebih berat.
Ia mengaku dalam praktiknya, kasus influenza, terutama tipe A, saat ini cukup banyak ditemukan.
“Saya bisa katakan waktu selama tadi, saya banyak menemukan influenza A di rumah sakit,” jelasnya.
Influenza jenis ini tidak hanya menyerang saluran pernapasan atas seperti flu biasa, tetapi bisa berdampak ke seluruh tubuh.
Gejalanya pun lebih kompleks.
Baca tanpa iklan