News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Layanan Ramah hingga Second Opinion Jadi Alasan WNI Memilih Berobat ke Malaysia

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGOBATAN DI MALAYSIA - Pengunjung Malaysia Healthcare Expo (MHX) 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026) mendapat informasi mengenai  pengobatan RS yang ada di Malaysia. Dalam beberapa tahun terakhir, negeri jiran itu makin diminati masyarakat Indonesia yang mencari layanan kesehatan lanjutan maupun second opinion

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Malaysia bersama Thailand, India, Turki, dan Singapura menjadi salah satu destinasi yang cukup dikenal dalam layanan wisata medis di Asia.

Negara-negara tersebut menawarkan layanan kesehatan modern dengan pilihan biaya pengobatan yang kompetitif.

Beragam layanan medis tersedia, mulai dari perawatan jantung, program kesuburan, penanganan kanker, hingga tindakan estetika.

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia dinilai semakin diminati masyarakat Indonesia yang mencari layanan kesehatan lanjutan maupun second opinion.

Khairul Anuar Yusof dari IHH Health Malaysia mengatakan, promosi wisata medis yang diperkuat sejak 2018 mendapat respons positif, termasuk dari Indonesia. 

Menurutnya, faktor kedekatan budaya, makanan halal, hingga akses penerbangan yang relatif mudah menjadi alasan Malaysia kerap dipilih pasien asal Indonesia.

“Selain dekat secara geografis, kami juga berupaya memahami kebutuhan pasien Indonesia, termasuk dari sisi komunikasi dan kenyamanan layanan,” ujarnya di sela-sela pembukaan Malaysia Healthcare Expo (MHX) 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Dalam setahun, jaringan rumah sakit di Malaysia ini mencatat sekitar 1 juta pasien, dengan sekitar 300 ribu di antaranya berasal dari Indonesia. 

Tren tersebut disebut terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat yang mencari layanan kesehatan spesialis dan opini medis tambahan untuk penyakit tertentu.

Khairul menuturkan, pihaknya terus melakukan penyesuaian layanan agar lebih nyaman bagi pasien Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran international patient center di sejumlah rumah sakit.

Fasilitas tersebut menyediakan staf berbahasa Indonesia, bantuan administrasi, hingga pendampingan selama proses pengobatan berlangsung.

Country Manager IHH Malaysia Indoteam, dr Candrati Sukardji mengatakan, layanan itu dihadirkan agar pasien merasa lebih tenang dan terbantu selama menjalani perawatan.

Baca juga: Program Medical Tourism Surabaya Resmi Meluncur, Tawarkan Layanan Kesehatan Internasional Terpadu

"Mayoritas pasien Indonesia yang datang ke Malaysia disebut mencari layanan second opinion untuk kasus seperti kanker, penyakit jantung, gangguan tulang dan sendi, hingga penyakit autoimun dan pencernaan," katanya.

Selain itu, dukungan perusahaan asuransi kesehatan yang mulai menanggung biaya pengobatan di Malaysia turut mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan internasional.

Devisa Negara Keluar Hingga Rp180 Triliun

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini