News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ilmuwan Ungkap Cara Mengurangi Paparan

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Apakah mikroplastik berbahaya?

Mikroplastik tampaknya sama umum ditemukan dalam tubuh manusia seperti di lingkungan. Studi telah mendeteksinya dalam urin, feses, darah, ASI, dan organ tubuh manusia.

Namun, apakah penumpukan ini berbahaya?

"Sayangnya, kami belum bisa memberikan jawaban pasti," kata sumber FDA.

Belum ada cukup bukti yang secara langsung menghubungkan mikroplastik dengan penyakit tertentu. Namun, data awal menunjukkan partikel ini kemungkinan tidak bermanfaat bagi tubuh.

Beberapa potensi dampaknya antara lain:

1. Peradangan
Studi menunjukkan mikroplastik dapat memicu inflamasi pada sel. Inflamasi sendiri terkait dengan berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular, gangguan neurodegeneratif, dan penyakit paru kronis.

2. Gangguan pencernaan
Mikroplastik di usus dapat mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan disbiosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di usus.

3. Paparan logam berat
Riset menunjukkan mikroplastik dapat bertindak seperti magnet bagi logam berat seperti arsenik, lalu membawanya masuk ke rantai makanan dan tubuh manusia. Hal yang sama juga bisa terjadi pada PFAS (forever chemicals) dan bakteri patogen.

4. Risiko kanker
Beberapa peneliti menduga mikroplastik dapat berkontribusi pada kenaikan kasus kanker, khususnya kanker usus besar pada usia muda.

5. Demensia
Peneliti juga menemukan akumulasi mikroplastik lebih tinggi pada sampel otak yang berasal dari pasien dengan diagnosis demensia.

Cara mengurangi paparan mikroplastik

Paparan mikroplastik memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa dikurangi.

Beberapa langkah yang direkomendasikan ahli:

  • Gunakan blender dan food processor berbahan kaca
    Studi menemukan blender plastik bisa melepaskan miliaran partikel mikroplastik ke jus hanya dalam 30 detik.
  • Hindari botol air plastik
    Satu liter air kemasan dapat mengandung sekitar 100.000 partikel mikroplastik.
  • Waspadai kantong teh
    Kantong teh berbahan nilon saat terkena air panas dapat melepaskan tujuh kali lebih banyak mikroplastik dibanding gelas plastik sekali pakai.
  • Gunakan talenan non-plastik
    Pilih talenan kayu atau logam dibanding plastik.
  • Jangan microwave wadah plastik
    Pindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik sebelum dipanaskan.
  • Gunakan air yang difilter
    Sistem mikrofiltrasi dapat menghilangkan 78 persen hingga 100 persen mikroplastik dari air minum.
  • Gunakan tas belanja kain
    Termasuk tas khusus buah dan sayur.
  • Bagi pecinta seafood, ahli juga menyarankan memperhatikan bagian hewan yang dikonsumsi. Kerang dan remis bisa mengandung lebih banyak mikroplastik karena seluruh tubuh, termasuk sistem pencernaannya, ikut dimakan.

Kesimpulan ahli

Mikroplastik ada di mana-mana, dan kini jelas partikel tersebut telah terakumulasi dalam tubuh manusia.

Meski dampak kesehatan jangka panjangnya belum dapat dipastikan, ada langkah sederhana untuk mengurangi paparan: ganti alat plastik dengan kaca atau stainless steel, hindari air kemasan, dan jangan memanaskan plastik dalam microwave.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini