TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak masyarakat masih percaya stroke selalu diawali sakit kepala hebat.
Padahal pada banyak kasus, stroke justru muncul lewat gejala yang sering dikira masuk angin biasa.
Dokter Spesialis Neurologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Andre, Sp.N mengatakan pasien stroke sering datang terlambat ke rumah sakit karena menganggap gejala awalnya tidak berbahaya.
Padahal stroke dapat berkembang cepat dan menyebabkan kerusakan otak permanen.
Baca juga: Dokter Peringatkan Golden Time Stroke Hanya 4,5 Jam, Lewat dari Itu Risiko Lumpuh Permanen
“Stroke bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan siapa saja,” ujarnya pada media briefing yang diselenggarakan di Pondok Indah Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Menurut dr. Andre, salah satu gejala stroke yang sering disalahartikan adalah tubuh mendadak terasa sempoyongan atau seperti kehilangan keseimbangan.
“Kayak ngayang, limbung, memutar tiba-tiba yang berat sekali,” jelasnya.
Keluhan tersebut sering dianggap hanya kelelahan, kurang makan, atau masuk angin. Akibatnya pasien memilih tidur atau dipijat terlebih dahulu.
Padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan aliran darah di otak.
Selain tubuh limbung, stroke juga bisa ditandai bicara tiba-tiba pelo, pandangan mendadak kabur, hingga wajah terlihat tidak simetris saat tersenyum.
Yang perlu diwaspadai, gejala-gejala tersebut muncul mendadak.
“Yang terjadi secara mendadak,” kata dr. Andre.
Ia menjelaskan semakin lama stroke tidak ditangani, semakin luas area otak yang mengalami kerusakan.
Karena itu pasien dianjurkan segera ke rumah sakit begitu gejala muncul, tanpa menunggu kondisi membaik sendiri.
“Time is brain,” tegasnya.
Menurut dr. Andre, penanganan cepat dalam masa emas stroke sangat menentukan peluang pasien untuk terhindar dari kelumpuhan dan kecacatan permanen.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan