TRIBUNNEWS.COM - Avigan, atau yang dikenal secara generik sebagai Favipiravir, tengah menjadi sorotan dunia kesehatan global.
Hal ini terjadi setelah Kementerian Kesehatan Jepang dilaporkan telah mengirimkan pasokan obat antivirus ini ke Inggris pada Jumat lalu (15/5/2026) dalam skala yang cukup besar.
Langkah ini pun menjadi sorotan mengingat avigan kali ini dipercaya menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan infeksi Hantavirus.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus berbahaya yang dapat memicu penyakit serius, seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Mengingat belum adanya pengobatan spesifik yang disetujui secara luas, karakteristik Avigan yang memiliki spektrum antivirus luas menjadikannya harapan baru dalam dunia medis.
Apa Itu Avigan ?
Avigan atau dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical Co., Ltd. di Jepang dan telah mengantongi izin edar di negara tersebut sejak tahun 2014.
Awalnya, obat ini ditujukan untuk mengatasi influenza novel jenis baru atau virus lama yang kembali viral dan telah resisten terhadap obat-obatan konvensional.
Baca juga: Akhiri Operasi Hantavirus di MV Hondius, WHO Sampaikan Terima Kasih kepada Warga Tenerife
Adapun mekanisme kerja Avigan ini adalah menjadi inhibitor RNA-dependent RNA polymerase (RdRp).
Sederhananya, obat ini bertugas menghentikan proses replikasi dan penggandaan virus RNA di dalam tubuh.
Karena mekanisme spesifik inilah, Avigan dinilai berpotensi efektif melawan berbagai jenis virus RNA, termasuk influenza generik dan novel, virus Ebola, serta beberapa jenis Hantavirus.
Obat ini sendiri tersedia dalam bentuk tablet.
Di dalam uji klinis, Avigan biasanya diberikan dengan dosis awal yang tinggi (loading dose), kemudian diikuti oleh dosis pemeliharaan yang lebih rendah.
Potensi Avigan Melawan Hantavirus
Sejumlah riset ilmiah sejauh ini mendukung potensi besar Favipiravir dalam menjinakkan Hantavirus melalui beberapa temuan penting.
Melansir dari National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information berdasarkan studi in vitro dan in vivo, Favipiravir menunjukkan aktivitas antivirus yang kuat terhadap Hantaan virus (pemicu HFRS), serta Andes virus (ANDV) dan Sin Nombre virus (SNV) yang menjadi dalang penyakit HPS.
Konsentrasi efektif obat untuk membunuh 90 persen virus (EC90) tercatat berada di bawah angka 5 μg/ml.
Baca tanpa iklan