News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Ebola

Ebola Makin Mengkhawatirkan, WHO Dalami Opsi Penggunaan Vaksin Uji Coba

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VAKSIN UJI COBA - Foto yang dirilis oleh CDC, menampilkan seorang petugas kesehatan memeriksa seorang pasien penyakit Ebola di Uganda, tahun 2000. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mengkaji opsi darurat untuk menggunakan vaksin dan obat-obatan yang masih berada dalam tahap uji coba atau eksperimental untuk menangani wabah Ebola varian Bundibugyo.

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berada dalam kepanikan akibat ledakan kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo).

Wabah yang disebabkan oleh varian Bundibugyo ini dilaporkan menyebar dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengakui dirinya sangat terpukul dan prihatin melihat eskalasi cepat dari penyakit mematikan ini.

Data terbaru per Selasa (19/5/2026) menunjukkan, jumlah dugaan kasus telah menembus angka 500, dengan 130 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Angka ini melesat lebih dari dua kali lipat dalam hitungan hari sejak pertama kali diumumkan ke publik pada akhir pekan lalu.

"Saya tidak mengambil keputusan ini dengan gegabah."

"Ini adalah pertama kalinya seorang Direktur Jenderal menetapkan status darurat global bahkan sebelum komite darurat resmi bersidang."

"Kecepatan dan skala epidemi ini benar-benar mengkhawatirkan," tegas Tedros, mengutip The Guardian.

Satu hal yang membuat situasi kali ini jauh lebih menegangkan dibandingkan wabah-wabah sebelumnya adalah ketiadaan senjata medis yang siap pakai.

Berbeda dengan varian Zaire yang sudah memiliki vaksin, varian Bundibugyo yang mengamuk saat ini sama sekali belum memiliki vaksin atau obat yang mengantongi izin resmi.

Merespons situasi kritis ini, WHO bersama para pemimpin kesehatan dunia kini tengah mengkaji opsi darurat untuk menggunakan vaksin dan obat-obatan yang masih berada dalam tahap uji coba atau eksperimental.

Baca juga: Wabah Ebola Ditetapkan sebagai Darurat Global, Kemenkes Tingkatkan Pengawasan di Bandara & Pelabuhan

Sisi positifnya, para ilmuwan dari RD Kongo dan Uganda bergerak cepat dengan memublikasikan struktur genom virus tersebut secara daring.

Dari hasil analisis genetik, Profesor Virologi dari Universitas Bristol, David Matthews, menjelaskan bahwa wabah ini dipicu oleh peristiwa spillover tunggal—di mana virus melompat dari hewan ke satu manusia, yang kemudian menyebar antarmanusia.

"Kabar baiknya, pola ini menunjukkan bahwa rantai penularan wabah sebenarnya masih mungkin untuk dilacak dan diputus, sebagaimana keberhasilan kita di masa lalu," jelas Matthews.

Sementara itu, kondisi di lapangan diprediksi jauh lebih mengerikan dari apa yang tercatat di atas kertas.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini