“Teknologi tersebut dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan sekaligus mendukung tenaga medis memperoleh hasil pencitraan lebih detail untuk kebutuhan diagnosis,” katanya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kebutuhan layanan diagnosis berbasis pencitraan terus meningkat seiring naiknya kasus penyakit tidak menular seperti stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular di Indonesia.
Kondisi tersebut mendorong rumah sakit memperkuat investasi pada fasilitas diagnostik modern sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas penanganan pasien di dalam negeri.(Eko Sutriyanto)
Baca tanpa iklan