News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bolehkah Anak Makan Otak dan Sum-Sum? Ini Penjelasan Dokter soal Porsi dan Frekuensinya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI OLAHAN DAGING - Gulai otak, sate usus, hingga sum-sum tulang menjadi menu favorit saat Idul Adha. Dokter spesialis anak dr. Prajnya Paramitha Narendraswari, Sp.A mengingatkan bahwa beberapa bagian jeroan mengandung kolesterol dan purin tinggi.

“Karena sampai usia 2 tahun itu sebetulnya otak anak itu masih sangat berkembang,” jelasnya.

Namun setelah usia tersebut, konsumsi lemak perlu mulai dikontrol.

Bagian Daging yang Sebaiknya Dibatasi

Selain otak dan sum-sum, bagian dengan lemak tebal juga sebaiknya tidak terlalu sering diberikan pada anak usia sekolah dan remaja.

Beberapa di antaranya:

  • Gajih atau lemak tebal
  • Brisket berlemak
  • Otak
  • Sum-sum

Sementara hati, paru, dan usus masih boleh dikonsumsi lebih sering, tetapi tetap dibatasi sekitar 1–2 kali per bulan.

Cara Mengolah Juga Sangat Berpengaruh

Menurut Dr. Prajnya, metode memasak dapat memengaruhi kadar lemak dalam makanan.

Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibanding direbus atau dikukus.

Selain itu, makanan dibakar terlalu sering juga memiliki risiko lain.

“Makanan-makanan yang dibakar dia akan meningkatkan resiko untuk menjadi karsinogenik,” katanya.

Karena itu, orangtua disarankan lebih bijak memilih cara mengolah daging kurban untuk anak. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini