TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendengar kata kanker sering membuat pasien langsung takut menjalani operasi besar.
Tidak sedikit pula pasien kanker tiroid menunda pengobatan karena khawatir harus kehilangan seluruh kelenjar tiroid.
Padahal, dokter spesialis bedah konsultan bedah onkologi RS Pondok Indah Dr. Diani Kartini, Sp. B, Subsp. Onk. (K) menegaskan tidak semua kanker tiroid harus langsung dioperasi total.
Pada kondisi tertentu, pasien bahkan cukup menjalani observasi rutin tanpa tindakan besar.
“Jadi tidak semuanya. Oh ini harus operasi. Jadi ada kapan sih kita operasi. Kapan kita bisa observasi,” ujarnya dalam media briefing yang diselenggarakan di Menteng Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026).
Operasi Tetap Menjadi Penanganan Utama
Lebih lanjut, ia menjelaskan kanker tiroid memang berbeda dibanding banyak kanker lain.
Jika kondisi pasien masih memungkinkan, operasi menjadi terapi utama bahkan ketika kanker sudah menyebar.
Hal itu berkaitan dengan terapi lanjutan seperti ablasi atau radiasi internal yang membutuhkan pengangkatan tiroid terlebih dahulu.
“Kalau untuk kanker tiroid. Yang utama sepanjang dia bisa operasi, operasi dulu,” katanya.
Baca juga: Benjolan di Leher Naik Turun saat Menelan Jangan Dianggap Sepele, Dokter Ungkap Tanda Kanker Tiroid
Operasi bisa dilakukan dengan mengangkat satu sisi tiroid maupun seluruh kelenjar, tergantung tingkat risiko pasien.
Pasien Risiko Rendah Bisa Tidak Operasi Total
Dokter menjelaskan pasien kategori low risk biasanya memiliki
benjolan tunggal,
ukuran kecil,
usia di bawah 50 tahun,
Baca tanpa iklan