Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Pergantian pimpinan di BGN dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan Program MBG yang saat ini masih berjalan di berbagai daerah.
- Diketahui, Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat Kepala BGN digantikan oleh Nanik S Deyang.
- Usai penggantian petingginya, seluruh unit kerja di lingkungan BGN tetap diminta menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagaimana biasa agar program prioritas pemerintah tidak mengalami hambatan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini masih berjalan di berbagai daerah.
Penegasan ini disampaikan menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan penyegaran jajaran pimpinan BGN setelah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG selama sekitar 1,5 tahun terakhir.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kejaksaan Agung Geledah Kantor BGN
Dalam susunan baru tersebut, Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat Kepala BGN digantikan oleh Nanik S Deyang.
Sementara posisi Wakil Kepala BGN yang sebelumnya diisi Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya kini dipercayakan kepada Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama proses transisi kepemimpinan berlangsung.
Menurutnya, seluruh unit kerja di lingkungan BGN tetap diminta menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagaimana biasa agar program prioritas pemerintah tidak mengalami hambatan.
“Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,” ujar Prasetyo pada keterangan pers, Rabu (3/6/2026).
Pernyataan ini menjawab terkait keberlanjutan program MBG di lapangan setelah pergantian pimpinan.
Prasetyo mengatakan, pergantian kepemimpinan dilakukan untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program prioritas BGN.
Pemerintah meminta pimpinan baru segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
“Kepada tiga pimpinan BGN yang baru kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo.
Penguatan koordinasi dinilai penting karena implementasi MBG melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
Pemerintah menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi tidak mengubah komitmen terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Program tersebut disebut tetap menjadi salah satu agenda penting pemerintah untuk memperkuat kualitas gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, pemerintah juga memandang MBG sebagai investasi jangka panjang.
Baca tanpa iklan