Ringkasan Berita:
- Kurang tidur dapat menyebabkan sulit fokus, mudah lupa, sering melakukan kesalahan, serta kesulitan mengambil keputusan sederhana.
- Tidur berperan penting dalam memori, pengaturan emosi, dan proses pembersihan limbah di otak.
- Orang dewasa disarankan tidur minimal tujuh jam per malam untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh secara optimal.
TRIBUNNEWS.COM - Anda mungkin pernah membaca ulang email berkali-kali, lupa melakukan tugas sederhana seperti memindahkan cucian ke pengering, atau merasa sangat sulit mengambil keputusan sehari-hari seperti menentukan menu makan malam.
Banyak orang pernah mengalami setidaknya salah satu situasi tersebut, dan semuanya bisa berasal dari penyebab yang sama: kurang tidur.
Perubahan kemampuan kognitif sering kali menjadi tanda pertama kurang tidur, tetapi gejalanya mudah dianggap sebagai kesalahan biasa.
Mengutip Health.com, berikut enam tanda umum yang perlu diperhatikan, beserta penjelasan para ahli mengenai pentingnya tidur yang cukup.
1. Sulit Berkonsentrasi Saat Membaca atau Menonton
Menurut para ahli, kesulitan fokus dan berkonsentrasi merupakan salah satu tanda paling umum dari kurang tidur. Bahkan orang yang gemar membaca mungkin harus mengulang satu halaman beberapa kali ketika mengalami kekurangan tidur.
Lobus frontal otak, yang berperan penting dalam memori kerja, membutuhkan tidur agar dapat berfungsi dengan baik. Saat kurang tidur, aktivitas di bagian otak ini menurun.
Akibatnya, otak kesulitan menyimpan informasi yang dibaca atau dilihat ke dalam memori jangka pendek.
2. Suasana Hati Menjadi Lebih Buruk
Kurang tidur dapat secara langsung memengaruhi kemampuan mengatur emosi. Akibatnya, tidur yang tidak cukup selama beberapa malam berturut-turut dapat membuat seseorang merasa sedih, mudah marah, cemas, atau lebih reaktif terhadap berbagai situasi.
Menurut para ahli, otak menjadi kurang mampu mengelola stres dan memproses emosi secara efektif. Perubahan ini bahkan dapat muncul setelah hanya beberapa malam tidur yang buruk dan akan semakin terasa jika kekurangan tidur berlangsung lama.
Baca juga: Kurang Tidur dan Alzheimer: Siklus Berbahaya yang Jarang Disadari
3. Lebih Sering Melakukan Kesalahan Sederhana
Penurunan perhatian merupakan salah satu dampak yang paling cepat muncul akibat kurang tidur.
Terkadang, hilangnya fokus hanya menyebabkan kesalahan kecil seperti salah ketik dalam email. Namun dalam situasi tertentu, hal ini bisa berbahaya, terutama saat mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Menurut ahli saraf Eric Anderson, hanya beberapa detik kehilangan fokus sudah cukup untuk membuat seseorang melewatkan pintu keluar jalan tol atau melakukan kesalahan di tempat kerja.
4. Menjadi Lebih Pelupa
Jika Anda sering salah menaruh kunci atau lupa jadwal pertemuan, kurang tidur bisa menjadi penyebabnya.
Tidur berperan penting dalam proses konsolidasi memori, yaitu proses penyimpanan dan pengorganisasian informasi di dalam otak. Ketika waktu tidur terbatas, otak akan lebih sulit menyimpan dan mengingat kembali informasi.
5. Sulit Membuat Keputusan Sederhana
Memilih restoran untuk memesan makanan mungkin bukan keputusan besar. Namun ketika tubuh kurang istirahat, keputusan sederhana seperti itu bisa terasa sangat sulit.
Hal ini terjadi karena lobus frontal yang bertanggung jawab atas perencanaan dan penilaian tidak bekerja secara optimal. Akibatnya, tugas sepele seperti memilih tempat makan dapat terasa seperti pekerjaan berat.
6. Sulit Menemukan Kata atau Mengikuti Percakapan
Kurang tidur juga dapat membuat seseorang kesulitan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, tiba-tiba lupa nama seseorang atau kehilangan fokus saat lawan bicara sedang berbicara.
Menurut Anderson, kesulitan menemukan kata yang tepat sering kali membuat orang khawatir. Bahkan ada pasien yang mengira dirinya mengalami penyakit saraf serius, padahal masalah utamanya hanyalah kurang tidur selama berbulan-bulan.
Mengapa Tidur Sangat Penting untuk Fungsi Otak?
Banyak orang menganggap otak "beristirahat total" saat tidur. Namun kenyataannya, otak tetap sangat aktif.
Saat tidur, otak melakukan berbagai tugas penting seperti memperkuat memori, menjaga perhatian, mengatur emosi, dan memproses informasi. Selain itu, sistem glymphatic—mekanisme pembersihan alami otak—bekerja paling aktif saat tidur untuk membuang limbah metabolisme, termasuk protein amyloid beta dan tau yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Sebagian besar orang akan merasakan dampak hanya setelah satu malam tidur yang buruk. Namun efek tersebut biasanya hilang setelah pola tidur kembali normal.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kekurangan tidur kronis.
Menurut Anderson, orang yang terus-menerus tidur hanya lima atau enam jam selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun berisiko mengalami dampak yang lebih serius dan sulit disadari.
Masalahnya, banyak orang terbiasa merasa lelah sehingga tidak menyadari penurunan kemampuan kognitif yang sedang terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami utang tidur kronis sering merasa dirinya baik-baik saja, padahal hasil tes objektif menunjukkan performa otak mereka terus menurun.
Jika berlangsung lama, dampaknya tidak hanya memengaruhi fungsi otak. Orang yang kurang tidur secara kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, penyakit jantung, dan kemungkinan juga penyakit neurodegeneratif.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Orang Dewasa?
Menurut rekomendasi para ahli tidur dan otoritas kesehatan Amerika Serikat, orang dewasa sebaiknya tidur setidaknya tujuh jam atau lebih setiap malam.
Alat pelacak tidur dapat membantu memantau durasi tidur. Selain itu, beberapa tanda berikut menunjukkan bahwa kualitas tidur Anda cukup baik:
- Tertidur dalam waktu kurang dari 30 menit.
- Tetap tertidur hampir sepanjang malam.
- Merasa segar, waspada, dan berpikiran jernih dalam waktu 30 menit setelah bangun.
Sebaliknya, jika Anda bangun dengan seprai dan selimut berantakan atau masih merasa lesu lebih dari 30 menit setelah bangun dan minum kopi, kemungkinan kualitas tidur Anda belum optimal.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kurang Tidur Mulai Memengaruhi Otak?
Jika gejala kognitif mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Dokter dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari masalah tersebut, karena gejala seperti sulit fokus, mudah lupa, atau kesulitan mengambil keputusan tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga bisa berkaitan dengan ADHD, depresi, gangguan tiroid, atau penyakit neurologis lainnya.
(*)
Baca tanpa iklan