Yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity), dan budaya (culturaldiversity). Konsep ini berpilar pada aspek konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata.
“Konsep geopark mengharuskan sebuah kawasan tidak boleh berubah bentuk alaminya. Karenanya, perlu melibatkan masyarakat untuk menjaga dan mengolahnya. Sehingga, kawasan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata, tempat penelitian, konservasi flora-fauna, dan lain-lain,” terangnya.(*)
Baca tanpa iklan