News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sarihusada Bangun Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu

Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kanan) meletakan batu pertama didampingi Presiden Direktur PT Sari Husada Boris Bourdin (dua dari kanan) untuk pembangunan ‘Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu” yang merupakan bagian dari program revitalisasi masyarakat korban bencana Merapi. Fasilitas ini akan dibangun di Padukuhan Plosokerep, Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta, 11 Desember 2012, peletakan batu pertama untuk program yang dibiayai oleh Danone Ecosysteme Fund ini dilakukan oleh, Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo Msi (tiga dari kanan) dan Direktur Corporate Affairs & Legal PT Sarihusada, Yeni Fatmawati (empat dari kanan) serta Direktur Source Supply Development PT Sarihusada, Juan Carlos (tiga dari kiri)

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - PT Sarihusada membangun 'Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu' yang merupakan bagian dari program revitalisasi masyarakat korban bencana Merapi, di Padukuhan Plosokerep, Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta.

Fasilitas yang dibiayai oleh Danone Ecosysteme Fund ini, peletakan batu pertamanya di lakukan Selasa tanggal 11 Desember 2012 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Presiden Direktur Sarihusada, Boris Bourdin.

Fasilitas terpadu seluas 1,7 hektar ini akan terdiri dari perkandangan modern yang mampu menampung 240 ekor sapi perah yang juga dilengkapi dengan milking equipment, laboratorium mini, cooling unit, biogas diggester dan pembuatan kompos.

Selain itu juga terdapat fasilitas belajar bagi petani dan peternak, serta lahan percontohan permanen untuk budidaya pertanian, perikanan dan peternakan ternak kecil juga akan dibangun di lokasi yang sama.

Di luar Fasilitas terpadu ini, Sarihusada bersama para pihak terkait akan membantu petani di 5 desa di Kabupaten Sleman yaitu desa Umbulharjo, desa Kepulharjo, desa Glagaharjo, desa Hargobingangun, dan desa Purwobinangun untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan non sapi perah dan usaha produktif lainnya berbasis sumberdaya lokal.

Presiden Direktur Sarihusada, Boris Bourdin dalam sambutan peresmian mengatakan, Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan terpadu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, keberdayaan masyarakat dan juga mampu meningkatkan status kesehatan dan gizi anak-anak serta keluarga petani.

"Kami berterimakasih atas dukungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Bupati Seleman beserta jajarannya, pemerintah desa dan juga kepada semua pihak dalam implementasi program ini, dan kepada seluruh masyarakat yang terlibat dan menjadi komponen penting untuk mensukseskan kegiatan ini," ungkap Boris Bourdin.

Menurut Boris, di Indonesia, penyediaan susu yang berkualitas dan memenuhi standar mutu masih menjadi tantangan tersendiri. Danone sebagai perusahaan global yang memiliki keahlian dalam bidang ini, melalui Sarihusada ingin membantu masyarakat memberikan pengetahuan bagaimana pengelolaan pertanian dan peternakan terpadu yang nantinya dapat ditiru dan dikembangkan di tempat lain.

"Dengan didirikannya Fasilitas ini diharapkan masyarakat sekitar yang kebanyakan adalah petani dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan penguatan kelembagaan petani sehingga tercipta kemandirian di masyarakat," katanya.

Selain itu, Boris juga mengharapkan program ini akan mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui praktek-praktek pengelolaan sumber daya alam yang lestari.

Corporate Affairs and Legal Director Sarihusada Yeni Fatmawati menambahkan program ini merupakan wujud komitmen Sarihusada dalam mengimplementasikan inisiatif sosial dan keberlanjutan perusahaan.

Dalam pelaksanaan implementasinya Sarihusada bemitra dengan Yayasan Temali yang melaksanakan penyediaan fasilitas kepada masyarakat. Selain itu, Bank BRI juga menyediakan fasilitas kredit mikro untuk peternak peserta program.

"Program ini akan diimplementasikan dalam 54 bulan dan dibagi dalam 3 fase. Fase 1 selama 18 bulan, fase 2 selama 24 bulan dan fase 3 selama 12 bulan,” kata Yeni.

Pada fase pertama, program merapi akan melayani 180 keluarga sebagai penerima langsung, 315 keluarga peternak yang akan mendapatkan manfaat tidak langsung, dan 300 orang dari luar wilayah program yang akan mendapatkan manfaat tidak langsung dalam bentuk training dan proses belajar lainnya.

Sementara itu, Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada menjelaskan bahwa untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani, program ini juga akan memberikan edukasi peningkatan kapasitas petani berupa training, study banding dan sharing best practice.

"Selain itu, kami juga akan membangun fasilitas pembelajaran Agricultural Service Center (ASC) yang akan berfungsi sebagai pusat belajar masyarakat." jelas Arif.

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
 
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini