Laki-laki berkomunikasi dengan cara yang spesifik. Mereka melihat sesuatunya lebih harafiah daripada perempuan karena mereka berkomunikasi dari kepalanya, menggunakan pikiran dan logika.
Perempuan bisa berkomunikasi seperti ini juga, tapi mereka mengembangkan cara berkomunikasi lainnya, yang menggunakan emosi dan perasaan untuk mengekspresikan pengalaman mereka.
Baca: International Womens Day: Maskapai Ethiopia operasikan penerbangan dengan seluruh awak perempuan
“Jadilah karena cara berkomunikasinya berbeda, sering terjadi salah paham dan akhirnya perempuan dianggap rumit. Mengapa? kKarena mereka sering kali tidak mengkomunikasikan apa yang sebenarnya ingin mereka katakan dan berharap pria langsung mampu menangkap apa yang mereka maksud.” Jelas Naomi
Angkat masalah sosial perempuan
Senada dengan penjelasan di atas, Tiara menyebut bahwa buku kumpulan cerita pendeknya juga mengungkap tentang sisi emosional yang dimiliki perempuan — khususnya bagaimana memperlakukan kenangan — tapi urung ditunjukkan karena perempuan “pandai” menjaga perilakunya.
“Sebenarnya ide dari buku ini berasal dari keresahan saya sebagai perempuan. Lalu akhirnya saya salurkan jadi cerita pendek. Begitu banyak realita yang dihadapi perempuan, tapi jarang yang bisa melihat dari sudut pandangnya. Ya, cerpen-cerpen ini bermulai dari sana,” tambah Tiara.
Menanggapi hali itu, Naomi berkata, “ Yang perlu diluruskan agar anggapan bahwa perempuan itu rumit adalah ingatlah bahwa pada dasarnya struktur otak dan cara berkomunikasi perempuan itu berbeda dengan laki-laki. Agar komunikasinya bisa efektif dan dapat menyampaikan maksud yang diinginkan dengan jelas perlu komunikasi yang efektif.”
Untuk laki-laki, tambah Naomi, coba pahami apa yang tersirat dari kata-kata yang diutarakan oleh perempuan.
Belajar untuk tidak melihat segala sesuatu secara harafiah saja, tapi lihat apa yang tersirat. Hal ini bisa dilakukan kalau emosi kita sudah terhubung sehingga semakin lama kemampuan kita memahami lebih baik.
“Hal yang sulit adalah karena pria diajarkan untuk menarik emosinya dan tidak terlalu memperlihatkannya. Sehingga memahami emosi orang lain akan sulit bagi mereka. Padahal perempuan itu berkomunikasi melalui emosi,” papar Naomi
Ketika kita bisa belajar arti sebenarnya dari apa yang dikatakan, kita bisa mulai percakapan yang lebih berarti.
“Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan frustasi dalam mengahadapi perempuan,” jelas Naomi.
“Jadi, sesungguhnya, perempuan itu sederhana, sangat sederhana. Asal kamu mampu mengenal hatinya, kamu akan tahu bahwa keinginan-keinginannya tidak pernah rumit. Kamu bisa melihat di dalam cerpen “Ruth”.
"Cerpen ini bercerita tentang seorang perempuan yang melakukan perjalanan dengan putrinya demi mengulang sebuah kenangan. Kamu akan menyaksikan betapa seorang perempuan begitu cerdas dalam memperlakukan kenangan,” kata perempuan yang kini tinggal di Depok- Jawa Barat.
Terpenting, semua isi dari cerpen ini memotret realitas kehidupan. Kamu tidak hanya disajikan sebuah cerita yang isinya diperankan tokoh perempuan, tapi juga mengangkat masalah sosial di sini.
Baca tanpa iklan