Ponti mengaku sebagai pria berdarah suku Nias yang pernah mengenyam pendidikan dua tahun di Italia.
Karya-karyanya antara lain Samadoni Tano (2011) , Anak Sasada (2011) dan Tanah Parsirangan (2012), semuanya adalah film berbahasa daerah.
Ia mengakui, keinginannya untuk memproduksi sebuah film agar bisa mengobati rasa kerinduan dan cintanya pada kamupung halaman serta memberikan pesan pesan moral, adat istiadat yang kerap dilanggar seiring berjalannya perkembangan zaman.
Baca tanpa iklan