News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Imlek 2020

Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah, Emas dan Kuning? Ternyata Ini Artinya

Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Miftah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Imlek di China- Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah, Emas dan Kuning? Ternyata Ini Artinya

Oleh sebab itu, warna kuning dan emas diharapkan bisa membawa aura positif.

Aseng menyiapkan pemasangan lampion di Vihara Budhi Bhakti, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (12/1/2020). Menjelang Tahun Baru Imlek 2571 yang merupakan tahun Tikus Logam, Vihara Budhi Bhakti melakukan persiapan di antaranya bersih-bersih serta memasang lampion khas masyarakat Tionghoa. Tribun Batam/Argianto DA Nugroho (Tribun Batam/Argianto DA Nugroho)

Sementara itu, dikutip Tribunnews.com dari laman Readerdiggest, kepopuleran warna merah bagi etnis Tionghoa ini berawal dari sebuah legenda China.

Legenda itu bercerita tentang Nian atau seekor binatang buas yang meneror penduduk di desa di Tahun Baru dan suka memangsa hasil perkebunan, ternak bahkan anak-anak.

Nian ini merupakan seekor banteng berkepala singa.

Penduduk desa mengetahui bahwa Nian sangat takut pada api, kebisingan dan warna merah.

Oleh karena itu, warga desa pun mampu mengalahkan makhluk ini, dan sejak saat itu pula, warga menganggap bahwa merah adalah warna keberuntungan.

Selain itu merah menjadi warna utama untuk festival.

Lampion merah menggantung di jalanan, menghiasi rumah-rumah, bank dan gedung-gedung resmi dihiasi dengan gambar Tahun Baru merah yang menggambarkan gambar kemakmuran.

Sebagian besar dekorasi publik dilakukan sebulan sebelumnya, tetapi dekorasi rumah secara tradisional dilakukan pada Malam Tahun Baru Imlek.

Ilustrasi - Tradisi Orang Tionghoa Rayakan Tahun Baru Imlek, Angpao hingga Bersih-bersih.(theurbanlist.com) (theurbanlist.com)

Kata Imlek, hanya Ada di Indonesia

Kepala Kajian dan Riset Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), Aji Bromokusumo menyebut, sebutan “imlek” lahir melalui proses serapan penduduk Nusantara terhadap istilah Hokkian, “yin li”.

“Imlek berasal dari kata yin li, artinya lunar calendar. Jadi tahun baru China itu sama dengan tahun baru Islam karena dihitung berdasarkan peredaran bulan,” ucap Aji kepada KompasTravel di Restoran Lei Lo, bilangan Senopati pada Kamis (31/1/2019) dikupit dari Kompas.com.

Usut-punya usut, sebutan “imlek” ternyata hanya bisa ditemui di Indonesia.

Bahkan, di negara asalnya, China, istilah untuk perayaan ini disebut sebagai 'chunjie'.

Secara bebas 'chunjie' dapat diterjemahkan sebagai festival menyambut musim semi.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini