News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sejauh Mana Peran Nutrisi Dalam Pengobatan Masalah Kesehatan Mental?

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi stres. Lama terkurung dalam rumah bisa mempengaruhi kesehatan mental.

TRIBUNNEWS.COM - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi bisa menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia pada tahun 2030.

Tapi, tak banyak orang menyadari dirinya memiliki gangguan ini.

Tak mengherankan jika para peneliti terus mencari cara baru untuk mengurangi dampak kondisi kesehatan mental, daripada mengandalkan terapi dan pengobatan terkini.  

Psikiatri nutrisi adalah bidang penelitian baru yang secara khusus melihat peran nutrisi dalam pengembangan dan pengobatan masalah kesehatan mental.

Baca juga: Garam Bagus untuk Kesehatan Tubuh, Tapi Kalau Berlebihan Bisa Sebaliknya, Ketahui Tandanya

Beberapa studi observasional telah menunjukkan hubungan antara kualitas diet keseluruhan dan risiko depresi.

Misalnya, satu ulasan dari 21 studi dari 10 negara menemukan, pola diet yang sehat dengan asupan tinggi buah, sayuran, serta asupan makanan hewani yang rendah dapat mengurangi risiko depresi.

Sebaliknya, diet yang melibatkan asupan daging merah dan olahan yang tinggi, dengan asupan buah, serta sayuran yang rendah dapat meningkatkan risiko depresi secara signifikan.

Baru-baru ini, sebuah penelitian pada orang dewasa di atas usia 50 tahun menemukan, adanya hubungan antara tingkat kecemasan yang lebih tinggi dengan diet tinggi lemak jenuh dan gula tambahan.

Namun penting untuk diketahui, bahwa studi ini masih bersifat observasional, sehingga belum dapat membuktikan sebab dan akibat.

Mengobati kondisi kesehatan mental

Penelitian tentang intervensi diet dapat membantu mengobati masalah kesehatan mental relatif baru dan masih cukup terbatas.

Uji coba SMILES adalah salah satu uji coba terkontrol acak pertama untuk memeriksa peran diet dalam pengobatan depresi.

ilustrasi depresi (spectator.co.uk)

Namun, studi ini bersifat jangka pendek. Intervensi diet mirip dengan diet Mediterania karena menekankan pola makan tinggi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, ikan, minyak zaitun, maupun kacang-kacangan.

Pada akhir penelitian, mereka yang berada dalam kelompok diet ini memiliki peningkatan yang jauh lebih besar dalam gejala depresi.

Perbaikan ini tetap signifikan, bahkan ketika para ilmuwan memperhitungkan variabel yang lain, termasuk indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, dan merokok.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini