Setelah emosi diterima dan dinamai, barulah masuk ke tahap ketiga: membimbing anak menuju solusi yang bisa diterima (acceptable solution).
Artinya, saat anak sudah mulai tenang, bantu mereka mencari cara yang membuat mereka merasa lebih nyaman.
Misalnya, tawarkan pilihan sederhana seperti: "Kamu mau minum?", "Mau ke toilet dulu?", "Mau dipeluk Mama?", atau "Mau ganti baju dulu?".
Langkah ini penting karena bukan hanya menenangkan anak, tapi juga memberikan kontrol kembali kepada mereka, dengan tetap dalam bimbingan orang tua.
Ketika anak merasa didengar dan diberi pilihan, ia lebih mudah keluar dari kondisi emosional yang tidak stabil.
Kesimpulannya, menghadapi tantrum memang tidak mudah.
Tapi jika orang tua bisa menahan diri untuk tidak langsung menghakimi, dan berfokus pada tiga langkah ini.
Yaitu, menerima emosi, membantu menamai emosi, dan membimbing ke solusi yang menenangkan, maka hubungan emosional antara anak dan orang tua juga akan semakin kuat.
Baca tanpa iklan