News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Pengusir Jin dan Setan, Jadi Penangkal Gangguan Ghaib

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA PENGUSIR SETAN - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Jumat (28/11/2025). Doa pengusir jin dan setan yang diajarkan Rasulullah Saw berisi permohonan kepada Allah Swt untuk memberi perlindungan dari segala kejahatan.

TRIBUNNEWS.COM - Allah Swt menciptakan makhluk-Nya untuk beribadah kepada-Nya, termasuk jin dan manusia.

Namun seperti manusia, jin juga ada yang pembangkang dan tidak mau beribadah kepada Allah Swt.

Dalam wujud ghaibnya, bangsa jin ada yang sengaja mengganggu manusia agar meninggalkan keimanannya.

Selain jin, setan merupakan salah satu makhluk-Nya yang gemar menggoda keimanan manusia. 

Rasulullah Saw pernah meruqyah cucunya, Hasan dan Husein, agar terhindar dari gangguan setan dan kejahatan lainnya.

Dari Ibnu Abbas ra., disebutkan bahwa Rasulullah meruqyah Hasan dan Husein dengan doa yang artinya: “Saya minta perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (Al-Qur'an) dari (kejahatan) syaithan dan binatang berbisa, serta dari pandangan yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit)." (HR. Bukhari)

Dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 82 dan Surat Fussilat ayat 44 dijelaskan bahwa Al-Qur'an adalah penyembuh dan obat dari segala penyakit.

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an apa yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman." (Surat Al-Isra': 82)

"Katakanlah: Al-Qur’an itu bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk dan obat." (QS. Fussilat: 44)

Ayat-ayat di dalam Al-Qur'an banyak yang digunakan untuk ruqyah agar terhindar dari gangguan jin dan setan.

Dalam laman Kementerian Agama, disebutkan doa untuk mengusir jin dan setan.

Baca juga: 6 Tanda Seseorang Diganggu Setan menurut Al-Qur’an dan Hadis

Doa Pengusir Jin dan Setan

 أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri ma ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wamin syarri thawâriqil-laili, wamin syarri kulli thâriqin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.

Artinya: “Aku berlindung dengan dzat Allah yang maha mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang maha penyayang.” (HR. Malik, an-Nasa'i, ath-Thabrani)

Dalam skripsi Bacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an Sebagai Media Penyembuhan (Studi Living Al-Qur’an Terapi Ruqyah Totok Saraf Klinik Herbal Al-Muntadzar Jalan Lasoso, Kecamatan Palu Barat) oleh Siti Humairah, mahasiswi UIN Datokarama Palu (2023), disebutkan surat-surat pelindung dari jin dan setan.

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Ar-raḥmānir-raḥīm
Māliki yaumid-dīn
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Ṣirāṭalladzīna an‘amta ‘alaihim
ghairil-maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini