News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Krim Abal-Abal Bisa Bikin Cepat Putih, Tapi Bahaya! Ini yang Terjadi Pada Kulit

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KRIM PEMUTIH - Banyak yang memamerkan hasil yang seolah sempurna setelah memakai krim racikan atau krim tanpa izin edar alias abal-abal.

Efek singkat yang sering dianggap sebagai “purging” sebenarnya tanda kerusakan.

Menurut dr. Reiva, akibat over-exfoliasi kulit menjadi:

  • Merah-merah
  • Mudah iritasi
  • Tipis sampai pembuluh darah terlihat
  • Muncul jerawat berulang

  • “Walaupun memang nampak putih, tetapi pembuluh darahnya akan nampak (kulit tipis), sehingga akan memicu jerawat yang terjadi berulang,” tuturnya.

Ketika pemakaian dihentikan, kerusakan makin terlihat, flek menjadi jauh lebih gelap dan merata.


Bisa Picu Flek Hitam yang Justru Semakin Parah

Flek hitam dianggap muncul karena pertambahan usia, namun sebenarnya adalah tanda kerusakan akibat sinar matahari atau fluktuasi hormon. (Nova.grid.id)

Pemakaian krim berbahaya juga dapat memicu okronosis, yaitu penggelapan kulit yang terjadi terus-menerus bahkan setelah berhenti memakai krim.

“Jadi yang kalau kita bilang itu okoronosis. Nah, okoronosis itu ada dua, bisa dia di luar, exogen sama endogen,” kata dr. Idrianti. 

Bahkan pada kasus endogen, pigmen berbahaya bisa masuk sampai ke organ tubuh, ditandai dengan munculnya bintik hitam di area seperti lidah.


Risiko Jangka Panjang: Gagal Ginjal hingga Cacat Janin

Ketika krim abal-abal digunakan terus-menerus, zat berbahaya akan terserap ke dalam darah. Dampaknya bukan hanya pada kulit.

Ia mengingatkan, banyak laporan menyebutkan risiko:

-Gagal ginjal akibat paparan logam berat

-Cacat janin jika digunakan oleh ibu hamil

-Gangguan pertumbuhan tulang dan otak pada janin


“Kalau jika dipakai jangka lama, dan juga cacat, jika dipakai oleh ibu hamil, bisa menjadi cacat janin,” tegasnya.

Pemakaian satu badan (full body whitening) bahkan meningkatkan paparan logam berat setiap hari, sehingga risiko sistemik menjadi lebih besar.


Bahaya Lain: Potensi Kanker dan Kerusakan Kulit Permanen

Paparan berulang bahan iritatif dan pemutih keras dapat membuat sel-sel kulit lebih rentan terhadap kerusakan.

Dr. Idrianti menjelaskan bahwa iritasi berkepanjangan dapat memicu sel menjadi lebih agresif, terutama ketika terpapar sinar matahari berlebih.

Baca juga: Kasir Minimarket di Tangerang Cabuli Bocah Modus Top Up Gratis, Ajak ke Toilet Bawa Krim Pelicin

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini