News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Naik Kendaraan Darat dan Adabnya, Amalkan Sebelum Bepergian

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA NAIK KENDARAAN - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Rabu (17/12/2025). Setiap muslim perlu mengetahui doa naik kendaraan darat dan adab-adab bepergian. Doa orang yang bepergian adalah doa yang mustajab.

Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

Selain doa di atas, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa ketika keluar dari rumah.

Doa Keluar Rumah

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu' alalloh, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya; tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”

Adab Ketika Bepergian

Kementerian Agama menjelaskan beberapa adab yang dapat dilakukan seorang muslim ketika bepergian.

Dirangkum dari laman Kemenag dan Muhammadiyah, di bawah ini adab yang perlu diketahui muslim sebelum bepergian.

1. Sholat sunah sebelum pergi

Dalam hadis dijelaskan bahwa Rasulullah Saw selalu sholat dua rakaat sebelum meninggalkan suatu tempat.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh, Nabi Muhammad Saw.tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan shalat dua rakaat.” (HR Anas bin Malik).

Amalan tersebut merupakan amal yang berharga bagi orang-orang yang ditinggalkan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya, daripada dua rakaat yang dia kerjakan di tengah (tempat) mereka ketika hendak melakukan perjalanan.” (HR ath-Thabrani).

2. Berpamitan

Sebelum bepergian, hendaknya berpamitan dengan keluarga atau orang yang ada yang di tempat itu.

Dari Musa bin Wardan berkata; Abu Hurairah berkata kepada seorang laki-laki: “Kemarilah, saya akan mengucapkan selamat tinggal (berpamitan) kepadamu sebagaimana Rasulullah SAW mengucapkan selamat tinggal kepadaku, atau sebagaimana Rasulullah SAW mengucapkan selamat tinggal; aku titipkan engkau kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipan-Nya.”

Tujuannya agar orang-orang yang ditinggalkan turut mendoakan keselamatannya dalam perjalanan.

3. Berjabat tangan dengan orang yang ditinggalkan

Ketika hendak bepergian, seseorang sebaiknya juga berjabat tangan dan mengucapkan salam kepada keluarga atau orang yang ditinggalkan.

“Hendaklah kalian saling berjabat tangan, niscaya akan hilanglah kedengkian.” (HR. Malik dari ‘Atha bin Abu Muslim Abdullah al- Khurasani berkata).

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini