Summit ini tidak hanya memperkuat suara kreatif negara-negara tersebut, tetapi juga mendorong pembelajaran bersama, kemitraan bisnis, serta kolaborasi strategis.
“Hasilnya, acara ini memperkuat posisi global negara-negara berkembang dalam industri mode dan mendorong terciptanya ekosistem mode global yang lebih seimbang dan inklusif,” kata dia ditulis di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Program bisnis dalam Summit menghadirkan lebih dari 250 pembicara dari Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan CIS, dengan total 42 sesi.
Sorotan utama termasuk dua diskusi pleno: “Fashion 360°. Pengembangan Industri Terkait” dan “Proteksionisme atau Perdagangan Bebas: Perlukah Pasar Pakaian Nasional Dilindungi?”
Salah satu sorotan budaya terbesar dalam Summit adalah pameran “Native Motifs”.
Pameran ini menampilkan lebih dari 70 tampilan koleksi dari 13 kota di Rusia.
Pameran ini menyatukan kostum tradisional dari Rusia Utara, Rusia Tengah, Tatarstan, Bashkortostan, Ural, serta busana dari masyarakat adat di wilayah Utara, Yakutia, Tuva, Kabardino-Balkaria, Dagestan, dan komunitas Old Believers.
Program runway BRICS+ Fashion Summit menampilkan desainer dan brand dari 10 negara: Armenia, Brasil, Guatemala, Nikaragua, India, Spanyol, Tiongkok, AS, Turki, dan Afrika Selatan.
Selain itu, Summit juga mengadakan Fashion Intensive Course selama empat hari di Zaryadye, yang dirancang untuk mahasiswa, desainer, buyer, dan stylist. Program ini dipimpin oleh pembicara dari Brasil, Guatemala, India, Italia, Tiongkok, Pantai Gading, Lebanon, Rusia, Turki, Ethiopia, dan Afrika Selatan.
Baca tanpa iklan