News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tips dan Trik

Tips Sehat Finansial saat Liburan Akhir Tahun: Hindari FOMO, Jebakan Diskon dan Paylater

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LIBURAN NATARU 2025/2026 - Pengunjung saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Dekan FEB Universitas Airlangga (UNAIR), Rudi Purwono, memberikan pandangan serta tips agar tetap sehat secara finansial meski sedang menikmati liburan akhir tahun. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

 

TRIBUNNEWS.COM - Liburan akhir tahun menjadi momen paling ditunggu banyak orang untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran.

Namun, gempuran diskon akhir tahun dan tren media sosial sering memicu perilaku konsumtif atau Fear of Missing Out (FOMO), yang dapat mengganggu kesehatan finansial.

Menanggapi fenomena ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Rudi Purwono, memberikan pandangan serta tips agar tetap sehat secara finansial meski sedang menikmati liburan.

Rudi menyoroti bahwa perilaku boros saat liburan seringkali dipengaruhi oleh faktor psikologis, bukan semata karena rendahnya literasi keuangan.

Tips Sehat Finansial Saat Liburan Akhir Tahun

Selengkapnya, inilah tips sehat finansial saat liburan akhir tahun yang dikutip dari website resmi unair.ac.id

1. Waspada Ilusi Diskon dan FOMO

Menurut Rudi, diskon sering menciptakan “ilusi berhemat” yang justru mendorong pembelian spontan tanpa manfaat jelas.

Selain itu, di era digital, tekanan sosial untuk memamerkan kebahagiaan liburan di media sosial membuat keputusan konsumsi menjadi tidak rasional.

"Pengeluaran lebih didorong oleh keinginan sesaat dibandingkan pertimbangan rasional terutama berkaitan dengan kebutuhan," jelas Rudi.

2. Tips Budgeting: Terapkan Rumus 20-30 Persen

Baca juga: Harusnya Bahagia, Tapi Mengapa Liburan Justru Stres? Emosi Terkuras karena Holiday Burnout

Agar tidak mengalami krisis keuangan pasca-liburan, Prof Rudi menyarankan untuk melakukan penganggaran (budgeting) yang disiplin.

Ia merekomendasikan rumus sederhana dalam mengelola uang saku.

"Salah satu pendekatan sederhana adalah mengalokasikan maksimal 20-30 persen uang saku bulanan untuk kebutuhan hiburan dan leisure selama liburan," ungkapnya.

Sementara sisanya, tetap diprioritaskan untuk kebutuhan rutin dan tabungan.

Batasan ini berfungsi sebagai “pagar psikologis,” agar tidak terbuai oleh potongan harga yang fantastis.

3. Hindari Jebakan Paylater

Satu hal yang menjadi perhatian serius Dekan FEB UNAIR ini adalah maraknya penggunaan fitur Buy Now Pay Later (paylater) di kalangan masyarakat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini