TRIBUNNWS.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, salah satunya dengan menunaikan puasa qadha Ramadhan bagi yang masih memiliki utang puasa.
Puasa qadha wajib dilakukan sebagai pengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena uzur syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.
Puasa qadha Ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan untuk mengganti hari-hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
Kewajiban ini dapat dilakukan kapan saja setelah Ramadhan hingga sebelum masuk Ramadhan berikutnya.
Dengan niat yang benar dan pelaksanaan sesuai tuntunan, ibadah ini akan menjadi sah dan berpahala.
Oleh karena itu, umat Islam yang memiliki utang puasa hendaknya segera menggantinya agar tidak menumpuk sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Melansir laman Baznas, simak inilah niat Puasa Qadha Ramadhan lengkap dengan dalil dan tata caranya:
Lafal Niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat adalah salah satu syarat sah dalam menjalankan puasa qadha.
Berikut adalah bacaan niat puasa qadha Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala."
Baca juga: Apakah Boleh Puasa Dzulhijjah Digabung dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Ulama
Dalil Kewajiban Puasa Qadha Ramadhan
Kewajiban mengqadha puasa Ramadhan ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Selain itu, terdapat hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menegaskan praktik qadha puasa:
Baca tanpa iklan