News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa setelah Berwudhu, Amalan Sunah Pembuka 8 Pintu Surga

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA SETELAH BERWUDHU - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Minggu (25/1/2026). Doa setelah berwudhu merupakan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah Saw. Beliau menjelaskan bacaan itu dapat membuka delapan pintu surga.

Ringkasan Berita:

  • Muslim disunahkan membaca doa setelah berwudhu setelah melakukan wudhu dengan sempurna.
  • Rasulullah Saw menjelaskan bahwa amalan ini dapat membuka delapan pintu surga bagi muslim yang rutin mengamalkan doa tersebut.
  • Wudhu merupakan salah satu cara bersuci dari hadas kecil sebelum melakukan sholat.

TRIBUNNEWS.COM - Doa setelah berwudhu merupakan bacaan sunah dalam ajaran Islam.

Hal ini didasarkan pada hadis sahih yang meriwayatkan sabda Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw. bersabda: “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,’ melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim no. 234)

Kementerian Agama menjelaskan bahwa wudhu merupakan salah satu cara bersuci dari hadas kecil.

Hadas kecil di antaranya yaitu keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, dan keluar angin (kentut), baik bersuara maupun tidak, dan lainnya.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, berikut berikut hal yang perlu diketahui tentang wudhu.

Dalil Perintah Berwudhu

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berwudhu sebelum melaksanakan ibadah sholat.

Perintah wudhu diturunkan Allah SWT setelah Rasulullah Saw hijrah ke Madinah, tepatnya melalui Surah Al-Mā’idah ayat 6.

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al Maidah ayat 6)

Baca juga: Niat Tayamum, Pengganti Wudhu dan Mandi Junub saat Tak Ada Air

Rasulullah Saw menjelaskan bahwa Allah SWT tidak akan menerima sholat hamba-Nya yang tidak berwudhu atau bersuci terlebih dahulu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda: "Allah tidak menerima salat salah seorang di antara kalian apabila ia berhadas hingga ia berwudhu.” (HR Muslim).

Setelah sabda Rasulullah Saw di atas, seseorang bertanya kepada Abu Hurairah, “Wahai Abu Hurairah, apakah yang dimaksud dengan hadas?” Ia menjawab, “Kentut (keluar angin), baik bersuara maupun tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadas Kecil

Kementerian Agama menjelaskan beberapa hadas kecil yang menyebabkan seorang muslim berada dalam kondisi tidak suci secara ringan, dan harus berwudhu sebelum sholat.

  1. Keluar sesuatu dari qubul atau dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, dan keluar angin (kentut), baik bersuara maupun tidak.
  2. Tidur nyenyak, yaitu tidur yang menghilangkan kesadaran, sehingga seseorang tidak merasakan jika keluar hadas.
  3. Hilang akal, seperti karena pingsan, mabuk, atau gila, meskipun hanya sebentar.
  4. Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang, menurut sebagian besar ulama.
  5. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, menurut pendapat mazhab Syafi’i.

Tata Cara Berwudhu

1. Berniat untuk wudhu

نَوَيْتُ الوُضُوْءَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaytul wudhū’a lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Saya niat berwudhu karena Allah Ta‘ala.”

2. Membasuh wajah secara menyeluruh

3. Membasuh kedua tangan hingga siku, termasuk kulit di bawah kuku

4. Mengusap sebagian kepala, batas minimalnya yaitu sampainya air ke sebagian kecil kepala atau sehelai rambut yang tumbuh di kepala

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki, termasuk rambut dan kuku

6. Tertib atau sesuai urutan.

Doa Setelah Berwudhu

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka.

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu).”

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini