TRIBUNNEWS.COM - Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Puasa Syawal dapat dilakukan mulai 2 Syawal atau sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Jumlah puasa Syawal yang dianjurkan adalah enam hari, baik dilakukan secara berurutan maupun terpisah.
Meski puasa Syawal hukumnya sunnah muakkad, Muslim sebaiknya mengqadha puasa Ramadan terlebih dahulu jika memiliki utang puasa karena puasa Ramadan hukumnya wajib.
Dalam hadis disebutkan bahwa berpuasa Ramadan selama sebulan penuh, kemudian dilanjutkan puasa Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun.
“Dari Tsauban, dari Nabi SAW (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan, maka pahala satu bulan Ramadan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah Idulfitri (dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh), maka semuanya (Ramadan dan enam hari bulan Syawal) adalah genap satu tahun.” (HR Ahmad)
Tata cara pelaksanaan puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai setelah azan Subuh hingga azan Maghrib.
Dikutip dari laman Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, berikut bacaan doa buka puasa Syawal:
Doa Buka Puasa Syawal
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Baca juga: Apakah Pelaksanaan Puasa Syawal Harus Berturut-turut? Simak Penjelasannya
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Sunah saat Berbuka Puasa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui laman resminya menjelaskan beberapa amalan sunah yang bisa dilakukan saat berbuka puasa, di antaranya:
- Menyegerakan berbuka puasa setelah waktu Magrib tiba.
- Dianjurkan membaca basmalah sebelum makan atau minum.
- Membaca doa berbuka puasa terlebih dahulu sebelum menikmati hidangan.
- Disarankan memulai berbuka dengan kurma; jika tidak tersedia, dapat diganti dengan air putih.
- Setelah berbuka, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa.
- Saat berbuka, sebaiknya tidak makan dan minum secara berlebihan.
Baca tanpa iklan