News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Nabi Daud As dan Kisah Perang Bersama Bani Israil Melawan Jalut

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA NABI DAUD - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Selasa (7/4/2026). Nabi Daud As adalah nabi yang diberi kitab Zabur. Beliau merupakan nabi pemberani yang diberi mukjizat mampu membuat baju zirah untuk perang.

Ringkasan Berita:

  • Nabi Daud AS adalah utusan Allah yang menerima kitab Zabur dan dikenal sebagai pemimpin yang adil, bijaksana, serta taat beribadah.
  • Ia turut berperan dalam kemenangan Bani Israil melawan Jalut bersama tentara Thalut, hingga akhirnya diangkat menjadi nabi dan raja.
  • Selain keberaniannya, Nabi Daud juga memiliki kecerdasan strategi dan mukjizat berupa kemampuan membuat baju zirah dari besi.

TRIBUNNEWS.COM - Nabi Daud ‘Alaihissalām (As) merupakan Nabi utusan Allah SWT yang diberi wahyu Zabur.

Menurut Imam Qurtubi, Zabur itu berisi 150 surah yang tidak mengandung hukum-hukum, hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah SWT.

Nabi Daud sangat taat kepada Allah SWT untuk memimpin kaum Bani Israil (keturunan Nabi Yaqub).

“Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad 38: 30)

Memimpin di wilayah Baitul Maqdis (sekarang Palestina), Nabi Daud membawa ajaran Kitab Zabur untuk membimbing kaumnya.

Nabi Daud dikenal sebagai pemimpin yang adil, bijaksana, dan taat beribadah, seperti dijelaskan Kementerian Agama dalam lamannya.

Nabi Daud adalah nabi yang pekerja keras tak pernah mundur dalam peperangan dan salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT kepadanya adalah kemampuan membuat baju perang dari besi.

Salah satu perang yang melibatkan Nabi Daud dan Thalut adalah perang antara Bani Israil melawan Jalut, seorang pemimpin zalim yang sangat ditakuti. 

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. “ (QS. Al-Baqarah 2:251)

Setelah Raja Thalut meninggal, Daud diangkat menggantikannya dan kemudian dipilih oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul.

Pada masa kenabian Nabi Daud, perintah sholat sudah disyariatkan oleh Allah SWT, namun belum seperti sholat lima waktu pada masa Nabi Muhammad SAW.

Kementerian Agama menjelaskan perintah sholat subuh diwajibkan kepada Nabi Adam AS, shalat zhuhur diperintahkan kepada Nabi Daud AS, sholat ‘ashar diwajibkan kepada Nabi Sulaiman AS, sholat maghrib diwajibkan kepada Nabi Ya’kub dan sholat ‘Isya diperintahkan kepada Nabi Yunus.

Sebagai salah satu Nabi yang menerima wahyu kitab dari Allah SWT, ada beberapa doa Nabi Daud As yang diabadikan di dalam Al-Quran.

Mengutip laman Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan - JAWI Malaysia, berikut bacaan doa Nabi Daud.

Baca juga: Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Firaun dan Kekejamannya

Doa Nabi Daud Memohon Cinta Allah SWT

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي، وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

Allāhumma innī as’aluka ḥubbaka, wa ḥubba man yuḥibbuka, wal-‘amala alladzī yuballighunī ḥubbaka. Allāhummaj‘al ḥubbaka aḥabba ilayya min nafsī wa ahlī wa minal mā’il-bārid.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin.” (HR. Tirmidzi)

Doa Nabi Daud Memohon Ampunan Allah SWT

رَبِّ اغْفِرْ لِي

Rabbi ighfir lī

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku.”

Doa Nabi Daud dan Sulaiman

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ

Alḥamdu lillāhilladzī faḍḍalanā ‘alā katsīrin min ‘ibādihil-mu’minīn

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami atas banyak dari hamba-hamba-Nya yang beriman.” (QS. An-Naml: 15)

Dzikir Nabi Daud

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

Kisah Nabi Daud dan Bani Israil

Kisah Nabi Daud AS tidak hanya tentang keberaniannya melawan Jalut, tetapi juga mencerminkan kecerdasan strategi dan inovasi yang luar biasa.

Sejak kecil sebagai penggembala, ia terbiasa menghadapi tantangan sehingga membentuk pola pikir taktis yang berguna dalam peperangan.

Al-Qur’an menggambarkan Nabi Daud AS sebagai pemimpin yang bijak, berilmu, dan memiliki kemampuan teknologi, terutama dalam pembuatan baju zirah dari besi.

Kemampuan ini menunjukkan adanya pengetahuan teknis yang bisa diajarkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat, bukan sekadar mukjizat pribadi.

Pembuatan zirah dengan teknik anyaman besi (chainmail) menjadi bukti inovasi besar di bidang militer karena menghasilkan perlindungan yang kuat namun fleksibel.

Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Daud AS telah melampaui zamannya dalam hal teknologi perlindungan perang, seperti dijelaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor.

Mengutip Muhammadiyah, dijelaskan kisah Nabi Daud AS berkaitan erat dengan perjalanan panjang Bani Israil setelah wafatnya Nabi Musa dan Nabi Harun.

Baca juga: Doa Ketika Mendapat Musibah Agar Hati Tenang, Sabar, dan Kuat

Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh Yusya’ bin Nun hingga akhirnya mereka berhasil memasuki tanah yang dijanjikan, yaitu Palestina.

Namun sepeninggal para pemimpin tersebut, Bani Israil sering tidak taat kepada nabi-nabi mereka, bahkan kerap berselisih dan tidak bersatu, sehingga kondisi mereka semakin lemah.

Pada masa Nabi Samuel (Syam’un), keadaan Bani Israil semakin terpuruk karena terdesak oleh Raja Jalut yang zalim dan kuat.

Menyadari kelemahan mereka, para pemuka Bani Israil meminta seorang pemimpin untuk menyatukan mereka dalam peperangan.

Meski awalnya ragu karena sifat mereka yang sering membangkang, Nabi Samuel akhirnya menunjuk Thalut sebagai raja yang akan memimpin mereka melawan Jalut.

Pemilihan Thalut sempat ditolak karena ia bukan dari kalangan terpandang. Namun atas petunjuk Allah, Thalut tetap diangkat menjadi pemimpin.

Dalam perjalanannya menuju medan perang, Thalut menguji pasukannya agar tidak minum air sungai secara berlebihan.

Banyak yang gagal dalam ujian tersebut, sehingga hanya sedikit pasukan yang tersisa untuk melanjutkan perjuangan.

Di antara pasukan itu terdapat Nabi Daud AS, seorang pemuda saleh dan pemberani.

Ketika berhadapan dengan pasukan Jalut yang besar, mereka berdoa memohon kekuatan dan kesabaran kepada Allah.

Dengan izin Allah, pasukan kecil ini akhirnya menang, dan Nabi Daud berhasil mengalahkan Jalut.

Setelah kemenangan itu, Nabi Daud AS diangkat oleh Allah menjadi nabi dan raja.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, berilmu, dan kuat imannya.

Kisah ini mengajarkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah atau kekuatan semata, tetapi oleh keimanan, kesabaran, dan pertolongan Allah.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini