News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Mengusap Kepala agar Dilindungi dari Siksa Api Neraka

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA MENGUSAP KEPALA - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Kamis (16/4/2026). Setiap Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadahnya dengan membaca doa agar Allah SWT melindunginya dari siksa api neraka. Berikut doanya.

Ringkasan Berita:

  • Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan akan mengabulkannya (QS. Ghafir: 60; Al-Baqarah: 186), termasuk doa agar dijauhkan dari siksa neraka.
  • Al-Qur’an dan hadis menggambarkan dahsyatnya azab neraka, mulai dari kulit yang terus diganti hingga panasnya yang jauh melebihi api dunia.
  • Saat Isra Miraj, Rasulullah SAW diperlihatkan siksa bagi pelaku ghibah, riba, dan orang yang tidak mengamalkan ilmunya.

TRIBUNNEWS.COM - Dalam ajaran Islam, Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.

Allah SWT memerintahkan berdoa kepada-Nya dan melarang hamba-Nya bersikap sombong dengan tidak berdoa.

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari  menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60)

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah: 186)

Sebuah riwayat hadis menyebutkan bahwa orang yang berakhlak baik diharamkan atas api neraka.

"Diharamkan atas api neraka, setiap orang yang rendah hati, lemah lembut, mudah, serta dekat dengan manusia." (HR. Ahmad)

Salah satu bentuk doa yang dapat diamalkan adalah doa mengusap kepala, yang berisi permohonan agar dijauhkan dari siksa api neraka.

Mengutip buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ust. Ahmad Zacky El-Syafa, simak bacaan doa mengusap kepala dan mohon perlindungan dari api neraka.

Doa Mengusap Kepala

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِي وَبَشَرِي عَلَى النَّارِ، وَأَظِلَّنِي تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّكَ

Allaahumma harrim sya'rii wa basyarii 'alannaari wa azhillanii tahta 'arsyika yauma laa zhilla illaa zhilluk

Artinya: "Wahai Allah, haramkanlah rambut dan kulit kami atas api neraka, dan naungilah kami di bawah arsy-Mu besok dihari yang tiada naungan kecuali naungan-Mu".

Baca juga: Doa Membasuh Muka saat Wudhu agar Wajah Bercahaya di Hari Kiamat

Doa Mohon Dijauhkan dari Api Neraka

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Dalil Tentang Siksa Neraka

Dalam ajaran Islam, gambaran tentang siksa neraka dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai peringatan bagi manusia agar menjauhi perbuatan dosa dan kemaksiatan.

Kementerian Agama Republik Indonesia menjelaskan bahwa neraka bukan sekadar simbol, melainkan tempat penuh azab yang sangat dahsyat bagi mereka yang ingkar kepada Allah dan melanggar perintah-Nya.

Al-Qur’an menggambarkan siksa neraka dengan sangat jelas dan menggetarkan hati. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 56.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab…” (QS. An-Nisa ayat 56)

Ayat ini menunjukkan bahwa siksa neraka berlangsung terus-menerus tanpa henti. 

Sementara itu, dalam QS. Al-Ghasyiyah ayat 4–7 dijelaskan: “Mereka memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber air yang sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.”

Gambaran ini menegaskan penderitaan fisik yang sangat berat, sebagaimana digambarkan dalam QS. Al-Hajj ayat 19–22.

“...Pakaian mereka adalah dari api, disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan itu dihancurkan apa yang ada dalam perut mereka dan kulit mereka…” (QS. Al-Hajj ayat 19–22)

Ayat ini semakin memperjelas betapa dahsyatnya azab yang menimpa penghuni neraka, baik dari panas api maupun siksaan lainnya.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh hadis Rasulullah SAW. 

“Api kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa panas api neraka jauh lebih dahsyat dibandingkan api di dunia.

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya adalah seseorang yang diletakkan dua bara api di bawah telapak kakinya sehingga otaknya mendidih.” (HR. Muslim)

Hal ini menegaskan bahwa tidak ada siksa yang benar-benar ringan di neraka.

Namun, di balik ancaman tersebut, Islam juga memberikan harapan bagi umat manusia. 

“Diharamkan atas api neraka setiap orang yang rendah hati, lemah lembut, mudah, dan dekat dengan manusia.” (HR. Ahmad)

Siksa Ahli Neraka yang Dilihat Rasulullah SAW

Dalam peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW. didampingi oleh Malaikat Jibril untuk melihat siksa para ahli neraka.

Isra Miraj adalah perjalanan spiritual Rasulullah SAW. ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Kementerian Agama DKI Jakarta menjelaskan tiga siksa ahli neraka yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW. saat Isra Miraj.

Siksa bagi orang yang suka ghibah

Pertama, siksa bagi orang yang gemar ghibah (menggunjing). Mereka digambarkan memiliki kuku dari logam panas, lalu mencakar wajah dan dada mereka sendiri.

Hal ini menjadi simbol bahwa perbuatan menyakiti kehormatan orang lain akan berbalik menyiksa diri sendiri di akhirat.

Siksa bagi orang yang suka riba

Selanjutnya, siksa ahli neraka yang dilhat Rasulullah SAW. adalah siksa bagi para pemakan riba. 

Rasulullah SAW melihat perut mereka membesar seperti rumah yang dipenuhi ular dan terlihat dari luar.

Gambaran ini menunjukkan betapa beratnya dosa riba, karena harta yang diperoleh secara tidak halal akan membawa penderitaan di akhirat.

Siksa bagi orang yang suka berbicara kebaikan tapi tak mengamalkan

Siksa yang ketiga dilihat Rasulullah SAW. yaitu siksa bagi orang yang pandai berbicara tentang kebaikan tetapi tidak mengamalkannya.

Mereka disiksa dengan lidah yang dipotong menggunakan gunting dari api.

Siksaan ini menjadi peringatan keras bahwa ilmu dan nasihat harus diiringi dengan perbuatan, bukan sekadar ucapan.

Rasulullah bersabda, “Saya melewati suatu kaum yang mempunyai cakar dari timah yang panas dan mereka menggaruki wajah dan dadanya” lalu malaikat Jibril pun menjawab, “Mereka adalah orang yang memakan daging orang lain dan menjatuhkan harga diri mereka”. Siksa bagi orang pemakan riba dengan menjadikan perut mereka transparan dan berisi ular. Pada HR Ibnu Majah dikisahkan Rasulullah bersabda, “Aku mendatangi kaum dan perut mereka seperti rumah yang dihuni ular yang tampak dari luar perut mereka” lalu malaikat Jibril pun menjawab, “Mereka adalah para pemakan riba”. (HR. Abu Dawud)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini