Doa yang dipanjatkan dengan penuh harap dan kerendahan hati menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah.
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)
5. Sakit mengajarkan tawakal dan kesabaran
Sakit melatih seseorang untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah.
Ia belajar menerima keadaan, berusaha untuk sembuh, namun tetap menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Sabar dan tawakal dalam menghadapi setiap cobaan menjadikan seseorang tidak mudah putus asa karena yakin bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak Allah.
“Dan jika Allah menimpakan suatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-An’am: 17)
6. Sakit menyadarkan hakikat hidup dan mati
Sakit mengingatkan manusia bahwa hidup, mati, sehat, dan sakit semuanya berada di tangan Allah.
Tidak ada yang bisa menghindari ketentuan-Nya.
Kesadaran ini membuat manusia lebih rendah hati dan tidak sombong.
Dengan memahami hakikat ini, seseorang akan lebih siap menghadapi segala kemungkinan dalam hidup.
Ia menyadari bahwa segala sesuatu adalah bagian dari ketetapan Allah yang harus diterima dengan lapang dada.
“Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’, maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Al-Mu’min: 68)
7. Sakit menjadi ladang pahala
Segala kesabaran yang dilakukan saat sakit akan bernilai ibadah di sisi Allah.
Bahkan usaha untuk berobat dengan cara yang halal juga termasuk bentuk ketaatan kepada Allah.
Selama dijalani dengan ikhlas, setiap rasa sakit akan bernilai kebaikan di sisi Allah.
“Berobatlah kalian, tetapi jangan dengan yang haram.” (HR. An-Nasa’i)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan