News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gen Z Tinggalkan Pesta Pernikahan Template, Cenderung Lebih Intimate

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERUBAHAN TREND MENIKAH - Konferensi pers Wedding Showcase 2026 bertema The Garden of Everlasting Heritage yang akan digelar pada 2–3 Mei 2026 di Grand Ballroom Fairmont Jakarta, hasil kolaborasi bersama Prime Conceptor dan DAO Wedding Organizer. Sebagai narasumber General Manager Fairmont Jakarta, Carlos Monterde dan Dhanny Iskandar dari DAO Wedding Organizer. Generasi muda, khususnya Gen Z, mulai meninggalkan konsep pernikahan seragam dan paket template yang selama ini mendominasi pasar. Mereka kini lebih memilih pendekatan yang personal, fleksibel, dan sarat pengalaman.

 

Ringkasan Berita:

  • Gen Z mulai meninggalkan konsep pernikahan template dan beralih ke acara yang lebih personal serta intimate
  • Perubahan ini dipicu pandemi dan mendorong vendor menghadirkan layanan berbasis pengalaman
  • Tren tersebut juga mengubah format pameran pernikahan menjadi lebih interaktif dan inspiratif

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Generasi muda, khususnya Gen Z, mulai meninggalkan konsep pernikahan seragam dan paket template yang selama ini mendominasi pasar.

Mereka kini lebih memilih pendekatan yang personal, fleksibel, dan sarat pengalaman.

Dhanny Iskandar dari DAO Wedding Organizer, mengatakan pandemi COVID-19 menjadi salah satu titik balik perubahan dalam industri pernikahan.
Menurut dia, sebelum pandemi, pesta pernikahan kerap dihadiri hingga ribuan tamu. Namun kini, tren tersebut mulai bergeser.

“Setelah pandemi, konsepnya berubah. Jumlah tamu sering kali tidak lagi sampai ribuan. Banyak pasangan lebih memilih acara yang lebih intimate,” ujarnya.

Baca juga: Gen Z Bakal Mendominasi sebagai Calon Pemilih dalam Pemilu 2029: Kunci Kemenangan Ada di Anak Muda

Perubahan ini tidak hanya terlihat dari jumlah tamu, tetapi juga dari cara pasangan memaknai pernikahan itu sendiri.

Kini, pernikahan tidak lagi sekadar seremoni formal, melainkan menjadi representasi identitas, cerita, dan karakter pasangan. Mulai dari konsep dekorasi, busana, hingga detail kecil seperti sepatu atau suvenir, semuanya dirancang lebih personal.

Tren ini sekaligus menandai pergeseran dari model bisnis berbasis transaksi menuju layanan berbasis pengalaman (experience-driven service).

Dalam konteks ini, vendor tidak lagi cukup menawarkan paket standar. Mereka dituntut menghadirkan layanan yang interaktif, fleksibel, dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan klien.

Bahkan, dalam banyak kasus, pasangan pengantin kini terlibat langsung dalam proses kreatif, mulai dari menentukan tema hingga memilih detail teknis yang sebelumnya sepenuhnya ditangani vendor.

Perubahan preferensi tersebut turut mendorong transformasi pada format pameran pernikahan.

Jika sebelumnya wedding exhibition hanya menjadi tempat bertemunya vendor dan calon klien, kini pameran berkembang menjadi ruang eksplorasi yang menghadirkan inspirasi, interaksi, sekaligus edukasi.

Fenomena ini tercermin dalam gelaran Wedding Showcase 2026 bertema The Garden of Everlasting Heritage yang akan digelar pada 2–3 Mei 2026 di Grand Ballroom Fairmont Jakarta, hasil kolaborasi bersama Prime Conceptor dan DAO Wedding Organizer.

General Manager Fairmont Jakarta, Carlos Monterde, mengatakan pihaknya ingin menciptakan ruang bagi pasangan untuk mengeksplorasi layanan pernikahan secara langsung.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini