Allāhumma hādzihi minnī famnun ‘alayya bimā mananta bihi ‘alā awliyā’ika wa ahli ṭā‘atika.
Artinya: "Ya Allah, tempat ini adalah Mina, anugerahilah aku apa yang Engkau telah anugerahkan kepada orangorang yang dekat dan taat kepada-Mu."
Doa Imam an-Nawawi Ketika Tiba di Mina
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بَلَغَنِيْنَا سَالِمًا مُعَافًا، اللهم هَذِهِ مِنى قَدْ
أَتَيْتُهَا، وَأَنَا عَبْدُك،َ وَفِي قَبْضَتِكَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَمُنَّ عَلَيَّ
بِمَا مَنَنْتَ بِهِ عَلَى أَوْلِيَائِك،َ اللهم إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ
الْحِرْمَانِ وَالْمُصِيبَةِ فِي دِينِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Alḥamdu lillāhi alladzī ballaghanīnā sāliman mu‘āfan, Allāhumma hādzihi Minā qad ataytuhā, wa anā ‘abduka, wa fī qabḍatika as’aluka an tamunna ‘alayya bimā mananta bihi ‘alā awliyā’ika. Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-ḥirmān wal-muṣībah fī dīnī yā arḥamar-rāḥimīn
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan aku ke sini (Mina) dengan selamat dan sehat. Ya Allah, inilah tempat bernama Mina, aku datang ke tempat ini sedang aku adalah hamba-Mu dan dalam genggaman-Mu. Aku memohon kepada-Mu, berilah aku nikmat sebagaimana nikmat yang Engkau berikan kapada kekasihkekasih-Mu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari terhalang mendapatkan rahmatMu dan dari musibah pada agamaku, ya Allah, Yang Maha Pengasih dari segala Yang Pengasih."
Hikmah Mabit di Mina
Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah, mabit di Mina merupakan bagian lanjutan dari rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Dari Aisyah Ra.: Rasulullah SAW melakukan ifadah (tawaf ke Makkah) pada waktu salat zhuhur, kemudian kembali ke Mina, lalu tinggal di Mina selama tiga hari Tasyriq. (HR. Ibnu Hibban)
Dari Abdurrahman bin Ya’mar ad-Daliyyi berkata: maka Rasulullah SAW bersabda: “...Hari-hari (tinggal) di Mina adalah tiga hari…”. (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Selama berada di Mina, jemaah tidak hanya sekadar bermalam, tetapi juga diajak untuk menghayati makna spiritual dengan memperbanyak takbir, zikir, dan doa, serta meneladani perjalanan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 203 yang memerintahkan umat Islam untuk banyak berzikir pada hari-hari yang telah ditentukan.
"Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan jumlahnya." (QS. Al-Baqarah: 203)
Selama mabit, terdapat dua amalan utama yang dilakukan jemaah.
Pertama, melontar jumrah, yaitu Jamrah Aqabah pada hari Nahar, serta Jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah pada hari-hari Tasyrik.
Kedua, bermalam di Mina sebagai bentuk ketaatan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
Rasulullah SAW sendiri mencontohkan hal ini dengan kembali ke Mina setelah melakukan tawaf ifadah dan menetap di sana selama tiga hari Tasyrik, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis.
Mina memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun pada hari-hari biasa terlihat lengang, pada musim haji kawasan ini mampu menampung jutaan jemaah.
Baca tanpa iklan