Peristiwa pertemuan Nabi Adam dan Hawa di Jabal Rahmah menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam tradisi Islam. Setelah melakukan kesalahan di surga, keduanya dipisahkan dan diturunkan ke bumi sebagai bentuk ujian dan pembelajaran.
Setelah waktu yang panjang, Allah mempertemukan mereka kembali di tempat ini sebagai tanda kasih sayang dan penerimaan tobat. Peristiwa ini menjadikan Jabal Rahmah sebagai simbol harapan, pengampunan, dan awal kehidupan manusia di bumi.
Selain itu, Jabal Rahmah juga dikaitkan dengan turunnya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surah Al-Maidah ayat 3, yang menegaskan bahwa agama Islam telah disempurnakan.
Peristiwa ini menandai berakhirnya rangkaian wahyu dan menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam, karena sejak saat itu ajaran Islam menjadi pedoman hidup yang lengkap bagi umat manusia.
Tidak kalah penting, kawasan Arafah termasuk Jabal Rahmah menjadi saksi momen bersejarah ketika Rasulullah SAW menyampaikan Khutbah Wada’ atau khutbah perpisahan.
Dalam khutbah tersebut, beliau menegaskan prinsip-prinsip utama Islam seperti persatuan umat, keadilan, perlindungan hak-hak manusia, serta pentingnya saling menghormati. Pesan ini menjadi warisan berharga yang terus dijadikan pedoman oleh umat Islam hingga kini.
Secara keseluruhan, Jabal Rahmah bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga makna spiritual yang sangat dalam. Bukit ini melambangkan kasih sayang Allah, kesempatan untuk bertobat, serta persatuan umat manusia.
Oleh karena itu, Jabal Rahmah menjadi salah satu tempat yang dimuliakan dan selalu dikunjungi oleh jamaah haji, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan