Berada di dalam mobil atau transportasi lain menciptakan kesempatan yang kaya bagi anak untuk meminta lagu, bernyanyi bersama, atau membicarakan ke mana kita pergi dan siapa yang akan ditemui. Anda juga bisa memanfaatkan perjalanan di mobil untuk mengajak anak terlibat dengan pertanyaan tentang apa yang mereka lihat di luar jendela, bagaimana perasaan mereka tentang rencana hari itu, atau bagaimana perasaan mereka bepergian bersama orang tua.
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana untuk menghibur sekaligus mendidik anak di mobil adalah mendengarkan musik bersama mereka.
"Pilihan sederhana seperti 'Mau dengar Wheels on the Bus atau Twinkle Twinkle?' menciptakan kesempatan bagi anak untuk meminta lagu, mendengarkan liriknya, atau bernyanyi dan berisyarat mengikuti lagu," kata Martinez.
Playlist Spotify favorit keluarganya adalah Vanderbilt Cognition Lab Songs for Parents and Children. "Penelitian mereka luar biasa, dan mereka telah membuat playlist yang menggabungkan pembelajaran bahasa dan musik," kata Martinez.
4. Maksimalkan Waktu Makan
Martinez mengakui bahwa waktu makan memang sibuk bagi orang tua balita — mulai dari menyiapkan makanan hingga memastikan anak tetap duduk — namun momen yang berulang ini juga bisa dimanfaatkan secara sengaja untuk mengembangkan kemampuan komunikasi.
Orang tua dapat menyebutkan nama setiap makanan dan peralatan makan yang digunakan anak saat makan, untuk menghubungkan kata dengan benda nyata. Salah satu aktivitas makan favorit keluarganya adalah permainan "Di mana...?"
"Saat berkata, 'Di mana gelasmu?' saya akan membuat gerakan dramatis, mengangkat kedua tangan, mengangkat bahu, dan menaikkan alis sambil menatap anak saya. Ketika ia menirukan salah satu gerakan itu, kami merayakannya!" jelasnya.
5. Anggap Perilaku dan Bahasa Tubuh sebagai Komunikasi
Martinez menekankan bahwa penting untuk diingat bahwa saat belajar berkomunikasi dengan cara yang lebih kompleks seiring bertambahnya usia, si kecil akan menggunakan metode komunikasi yang paling mudah bagi mereka saat itu. Dan seringkali itu terlihat seperti ledakan emosi besar karena mereka belum belajar cara mengungkapkan kebutuhan mereka.
"Lain kali balita Anda mengamuk, tarik napas, pastikan semua orang aman, sejajarkan diri dengan tinggi mereka, coba cari tahu apa yang ingin mereka sampaikan, dan berikan cara yang cepat dan mudah bagi mereka untuk mengkomunikasikan kebutuhan mereka," sarannya.
Rayakan Keberhasilan Kecil
Orang tua tidak perlu membebani diri dengan harapan bahwa mereka harus mengajari anak setiap konsep bahasa dan komunikasi. Setiap anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri.
"Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, mulailah dengan tujuan kecil dan bangun di atas keberhasilan Anda dan anak Anda," kata Martinez.
Kapan Orang Tua Harus Mencari Bantuan Profesional?
Saran Martinez bagi orang tua adalah bahwa merekalah yang paling mengenal anak mereka. Jika ada kekhawatiran, segera hubungi dokter anak, yang mungkin bisa merujuk ke ahli patologi wicara-bahasa atau pakar intervensi dini lainnya.
"Intervensi dini sangat penting pada tahap perkembangan ini, dan pendekatan 'tunggu dan lihat' mungkin menambah tekanan pada keluarga," jelas Martinez. "Tanda-tanda umum yang perlu diwaspadai sejak dini antara lain ketika bayi tidak tersenyum dan mencoba berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, tidak mengoceh, atau hanya membuat sedikit suara atau gerakan pada usia 9 bulan."
(*)
Baca tanpa iklan