News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Setelah Sholat Idul Adha, Amalan Sunnah pada Hari Raya Kurban

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA SETELAH SHOLAT IDUL ADHA - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Selasa (26/5/2026). Muslim dianjurkan melakukan sholat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Setelah sholat Idul Adha, dilanjutkan membaca doa/zikir sebagai berikut.

Tahmid: الْحَمْدُ لِلّٰهِ (Alhamdulillāh/Segala puji bagi Allah.)

Tasbih: سُبْحَانَ اللّٰهِ (Subhānallāh/Maha Suci Allah.)

Tahlil: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ (Lā ilāha illallāh/Tidak ada Tuhan selain Allah.)

Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ (Astaghfirullāh/Aku memohon ampun kepada Allah.)

Doa Takbir Idul Adha

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala pujian"

Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أبوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma Anta Rabbi, lā Ilāha illā Anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ūżubika min syarri mā shana’tu, abū u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abū u bi żanbī faghfirlī, fa innahū lā yaghfiru aż-żunūba illa Anta

Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau” (HR. Bukhari).

Hari Tasyrik dan Larangan Berpuasa pada 11, 12, 13 Dzulhijjah

Selain pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam dilarang berpuasa pada hari Tasyrik yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Hari-hari ini termasuk waktu istimewa dalam Islam karena umat Muslim masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban, memperbanyak zikir, doa, dan amal saleh.

Kata “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab yang berarti menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.

Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa dahulu yang menjemur daging kurban agar lebih awet karena belum adanya alat pendingin makanan.

Dalam Islam, hari Tasyrik juga dikenal sebagai hari makan dan minum sehingga umat Islam dilarang melaksanakan puasa pada tanggal tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita umat Islam dan merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i).

Larangan puasa ini juga dijelaskan dalam hadis Ibnu Umar RA: “Tidak diperkenankan berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari).

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini