News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PM Jepang Tekankan 4 Poin Ini Kepada Indonesia, Perkuat Kerja Sama Energi Alternatif

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTEMUAN TAKAICHI PRABOWO - PM Jepang, Sanae Takaichi dengan sikap Omotenashi -nya mempersilakan Presiden Prabowo ke mimbar jumpa persnya. (Tribunnews.com/Richard Susilo)

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM,  TOKYO —  Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menggelar pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa (31/3/2026) di Tokyo.

Pertemuan tersebut membahas respons terhadap krisis Iran sekaligus penguatan kerja sama energi, termasuk pengembangan gas alam cair (LNG).

Dalam pertemuan itu, PM Takaichi menekankan empat poin utama kepada Presiden Prabowo.

Pertama, komitmen kedua negara untuk memperkuat kawasan Indo-Pasifik melalui visi Free and Open Indo-Pacific (FOIP).

Kedua, menjaga stabilitas regional.

Ketiga, mendorong pemanfaatan LNG sebagai energi alternatif strategis.

Baca juga: Target Standar Dunia, Indonesia Ajak Jepang Kembangkan Sister Park dan Investasi Karbon

Keempat, mempererat kerja sama energi jangka panjang antara Indonesia dan Jepang.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah kerja sama pengembangan LNG (Liquefied Natural Gas) dari Indonesia.

“Jepang melihat Indonesia sebagai sumber energi alternatif yang stabil di luar kawasan Timur Tengah, dan Indonesia akan bekerja sama dengan baik dalam hal ini,” tegas PM Takaichi.

Pertemuan yang berlangsung di Akasaka Palace ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait penutupan de facto Selat Hormuz oleh Iran yang mengganggu jalur utama distribusi energi global.

Jepang Dorong Dukungan Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Jepang juga mengajak Indonesia untuk bergabung dalam pernyataan bersama yang mengecam situasi di Selat Hormuz dan menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dipandang memiliki peran strategis dalam membangun konsensus internasional terkait isu Iran.

Langkah di bidang energi ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi ketergantungan Jepang pada energi Timur Tengah
  • Memperkuat diversifikasi pasokan energi
  • Meningkatkan kerja sama energi jangka panjang

Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Jepang, Koreksi Arah Diplomasi Jadi Kemitraan Strategis

Bahas Laut China Selatan dan Mineral Strategis

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini