TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Loreen Djunaidi, orangtua korban Pasibraka
DKI yang diduga dilecehkan seniornya menyerahkan sepenuhnya keputusan
kepada anaknya untuk tetap menjadi anggota Paskibra. Namun Loreen
berpesan kepada anaknya agar tidak melakukan perbuatan seperti yang
dilakukan seniornya.
"Up to her ya tapi kalau dia jadi tim,
saya tidak mau dia lakukan kepada junior itu. Termasuk anak saya harus
belajar kekerasan. Saya tidak terima suruh anak-anak berbaris dan
telanjang. Siapa mereka ?," ujar Loreen sesaat sebelum memasuki unit
Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Selasa
(31/08/2010).
Loreen menegaskan seharusnya Dinas Olahraga dan
Kepemudaan (Disorda) DKI Jakarta sejak awal memecat mereka. "Bukannya
diskusi-diskusi mulu," ujarnya.
Loreen juga tidak menginginkan
kasus pelecehan itu diselesaikan secara internal. Dirinya meminta
kepastian hukum kepada kepolisian untuk menindak tegas pelaku dugaan
pelecehan itu.
"Saya tidak terima mereka bohong-bohong terus tidak mau. Anak saya tidak bohong, saya tidak bohong," tegasnya.
Ketika
ditanyakan tentang kondisi anaknya saat ini. Loreen mengatakan anaknya
sempat mendapat telepon gelap. " Apa maksudnya? Apa seperti PPI (Purna
Paskibraka Indonesia) ini kita mau kasih anak kita begini. Ngaku dong,
gak usah ditutupin. Biarkan investigasi ini kan," ujar Loreen menutup
pembicaraan.
Loreen datang bersama orangtua lainnya ke Polda
Metro Jaya untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Orangtua lainnya
yang ikut memberikan keterangan yakni Ritongan. Putri mereka yang
menjadi korban dugaan pelecehan ikuta datang sebagai saksi dalam
peristiwa tersebut yakni S dan I.
Loreen Berharap Anaknya Tidak Meniru Seniornya
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan