News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sulap Sampah Kardus Jadi Karya Bermakna, Seniman Faisal Darmawan Hidupkan Karakter 'Carthea'

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MEDIUM KARDUS - Seniman Faisal Darmawan menggunakan medium kardus yang kerap dianggap sebagai benda sekali pakai, ia menghadirkan pesan tentang kenangan, harapan, dan perjalanan hidup. Bagi Faisal, kardus bukan sekadar limbah, melainkan simbol yang menemani manusia saat memulai babak baru kehidupan. TRIBUNNEWS/Eko Sutriyanto

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi Faisal Darmawan, benda yang sering dianggap sampah ternyata mampu melahirkan sebuah karya yang membawa pesan tentang kenangan, harapan, dan perjalanan hidup.

Berangkat dari pemaknaannya yang memvisualisasikan hidup yang rapuh, mudah rusak bahkan sering dibuang tergambar dari benda berwujud kardus.

Namun pemaknaan bagi Faisal Darmawan justru berbeda, benda yang sering dilupakan orang lain justru sering menemani hidup manusia dalam memulai kisahnya di tempat baru. 

Baca juga: Lukisan Bunda Maria Berkebaya dari Megawati untuk Paus Fransiskus Karya Pelukis Yogya, Ini Maknanya

Melalui karya yang dibuat dari kardus, ia ingin memperkenalkan karya berwujud karakter Carthea yang autentik melalui citra kardus.

Seniman muda asal Sulawesi ini, membagikan perjalanan kreatifnya dalam menciptakan karakter bernama Carthea dalam sebuah workshop seni yang digelar pada tanggal Senin (9/6/2026) bertempat di Jakarta Pusat. 

Workshop tersebut bertujuan agar orang lain mengenal lebih dekat siapa Carthea serta dunia yang ada di dalam karya yang ia buat.  

MEDIUM KARDUS - Seniman Faisal Darmawan menunjukkan karya karakter Carthea berbahan kardus dalam sebuah pameran. Melalui medium yang kerap dianggap sebagai benda sekali pakai, ia menghadirkan pesan tentang kenangan, harapan, dan perjalanan hidup. Bagi Faisal, kardus bukan sekadar limbah, melainkan simbol yang menemani manusia saat memulai babak baru kehidupan. TRIBUNNEWS/Eko Sutriyanto (Tribunnews.com/Eko Sutriyanto)

Karakter yang digambarkan berkepala kardus tersebut lahir dari refleksi pribadi Faisal terhadap kenangan, harapan, dan perjalanan hidup yang dituangkannya melalui karya seni visual dan tiga dimensi.

Faisal merupakan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta angkatan 2019, mengaku mulai menekuni dunia seni sejak lama. Baginya Melukis menjadi media untuk menyalurkan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata. 

"Saya banyak mengalami berbagai peristiwa sejak SD hingga SMA, tetapi tidak memiliki tempat untuk bercerita. Melalui seni, saya bisa menyampaikan apa yang saya rasakan tanpa harus mengatakannya secara langsung," ujar Faisal dalam workshop tersebut. 

Menurutnya, proses penciptaan Carthea tidak berlangsung singkat.

Dalam pembuatan karya menurut Faisal dibutuhkan pemikiran tema terlebih dahulu, lalu menyusun konsep mau bagaimana pencitraan karya yang ia ingin buat, setelah menyusun konsep dia mengolah didalam pikiran hingga menjadi visual. Visual tersebut yang Ia tuangkan dalam sebuah karya.

Sehingga dalam membuat karakter Carthea Ia harus memuat dan merombak berbagai sketsa sebelum menemukan bentuk karakter yang mempresentasikan dirinya. 

Faisal juga ingin menghadirkan karya yang tidak hanya berbentuk tiga dimensi yang lebih interaktif dan menarik.

Dalam sesi workshopnya, Faisal mengungkapkan bahwa salah satu inspirasinya berasal dari karakter Hello Kitty.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini