TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda)
dituding mencoba menyuap anggota Paskibraka korban dugaan pelecehan
seksual. Demikian dikatakan salah satu orangtua korban, Loreen Djunaidi
sesaat sebelum memasuki unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda
Metro Jaya, Selasa (31/08/2010).
"Saya lapor tanggal 25 Agustus,
waktu itu saya masih sabar liat Disorda dan orangtua lainnya. Tapi saya
liat PPI (Purna Paskibraka Indonesia) DKI tidak menyesal malah tukar
fakta, balik fakta, bohong, coba nyuap saya dan untuk tutup mulut," ujar
Loreen.
Loreen menceritakan Ketua Tim Investigasi Internal (PPI)
menjanjikan kepada dirinya bahwa anaknya akan diberikan posisi tinggi
dalam Paskibraka.
"Disorda sampai saat ini belum ada kasih sanksi
tegas. Oleh Pak Madi (Mohamad Mahdi) ketua tim investigasi dia bilang
bisa kasih saya punya anak posisi yang sangat tinggi sampai dekat dengan
presiden," imbuhnya tanpa menjelaskan posisi dekat presiden seperti
apa.
Loreen yang mengenakan kaos hitam dengan jeans dan kaca
hitam berharap pengurus PPI tegas kepada ketua tim investigasi PPI
Mohamad Mahdi dan Yosse Yulianto Kusuma. Menurutnya Yosse telah
mendoktirn anak-anak anggota Paskibraka untuk berbohong.
"Muhammad
Made dan Yosse malam-malam minta anak-anak tanda tangan diatas
materai, isi suratnta tentang kejadian itu," pungkasnya.
Loreen: PPI DKI Coba Nyuap Saya agar Tutup Mulut
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan