News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bentrok di PN Jaksel

Wagub: Bentrok Ampera Tak Wakili Suku Tertentu

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEWAS - Mayat korban tewas teronggok di jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan dekan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010) siang.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Bentrok antardua kelompok massa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hanyalah gesekan antar kelompok kecil dan tidak dapat dikatakan bentrokan antar etnis . Hal itu dituturkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto usai acara Lomba Lari dan Jalan Sehat di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (03/10/2010).

"Ya, kelompok kecil, bila ada etnis a sama enis b itu tidak bisa dibilang antar etnis bertengkar, itu yang perlu saya tekankan," imbuhnya.

Prijanto mengatakan massa yang bentrok di Jalan Ampera Jakarta Selatan itu tidak mewakili suku tertentu namun individu yang bertikai. "Seluruh pimpinan etnis sudah menyatakan orang perorangan, itu bukan seluruh kelompoknya," ujarnya.

Dirinya menambahkan para pimpinan etnis kini menjalin kembali kesetiakawanan dengan cara bersilahturami agar mencegah terjadinya gesekan yang meluas. " Silahturahmi untuk mempererat hubungan diantara seluruh komponen masyarakat tidak hanya untuk kasus (Bentrok) tapi untu pembangunan Jakarta," tukasnya.

Bentrok antara dua kelompok massa terjadi di depan PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Tabu (29/09/2010) sekitar pukul 12.45 WIB. Bentrokan terjadi saat pengadilan tersebut akan menggelar sidang lanjutan kasus Blowfish. Polisi sudah menyita beberapa barang bukti berupa tiga buah golok, tiga buah panah, satu proyektil peluru dari senjata api yang diduga digunakan salah satu anggota kelompok bertikai.

Polri sudah menangkap 5 orang pelaku kerusuhan Ampera di depan PN Jakarta Selatan. Mereka  tengah mendalami dan melakukan pemeriksaan ke-5 pelaku tersebut. Pihak berwajib juga  mengamankan satu orang tersangka berinisial "S" yang kedapatan membawa senjata tajam saat peristiwa itu berlangsung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini