Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat
Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama satuan Reserse Kriminal
Polres Bekasi Kota menyelidiki perampokan mesin Anjungan Tunai Mandiri
(ATM) di Kompleks Perumahan Alinda Permai, Bekasi Utara.
"Penyelidikan
terus berjalan, kita mencoba mengidentifikasi para pelaku," kata Kabid
Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Dja'far ketika ditemui di
ruangannya, Senini (13/12/2010).
Dirinya menyatakan rekaman CCTV telah
dirusak. Polisi kemudian mendapatkan petunjuk lain dari saksi mata yang
sempat disandera pelaku.
Mantan Kabid Humas Polda Sumut itu
menjelaskan tim menyeldiki kelompok pencuri dan perampok spesialis bank
dan ATM. Namun dirinta belum bisa memastikan apakah kasus perampokan itu
terkait dengan aksi teroris atau tidak.
"Semua kemungkinan bisa
terjadi," tukasnya. Yang jelas, tambahnya, penyelidikan sangat
bergantung kepada informasi masyarakat. Jika ada masyarakat yang
mengetahui proses terjadinya perampokan maka diharapkan memberitahu
polisi.
Mesin ATM di sebuah mini market di Kompleks Perumahan
Alinda Permai, Bekasi Utara terjadi pada Sabtu (11/12/2010). Polisi
telah mengolag tempat kejadian perkara dan memeriksa pegawai sebuah
swalayan setempat.
Perampok diduga sudah merencanakan aksi merek
dan sudah mengenal situasi mini market tersebut karena mengetahui di
mana CCTV berada. Ade menduga pelakunya adalah yang bernah bertempat
tinggal di lokasi kejadian.
"Mereka merusak CCTV dan membawa
rekamannya," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, Kompol Ade Ary Syam.
Dirinya memastikan aksi dan identitas pelaku terungkap jika CCTV
dibiarkan beroperasi.
Perampok diketahui menggunakan dua buah
mobil yaitu Toyota Inova dan Daihatsu Avanza. Pelaku masuk kedalam mini
market dengan menggunting gembok, kemudian membongkar rolling door yang
sudah tertutup rapat. Setelah itu mereka menggondol mesin ATM yang
menampung uang sekitar Rp 114,1 juta.
Mesin tersebut dibongkar,
kemudian dimasukkan kedalam mobil, dan dibawa-lari. Saat beraksi, pelaku
juga sempat membawa paksa dan kemudian membuang empat warga yang
mengetahui aksi mereka.
Keempat warga itu dimasukkan ke mobil kemudian
dibuang di tanah kosong di tepi Jalan Kaliabang Tengah, Kampung Rorotan,
sekitar dua kilometer dari lokasi perampokan. Tangan mereka diikat.
Ade
mengatakan saksi sekaligus korban tidak dapat berbuat apa-apa, karena
kawanan itu membawa senjata api. Satu orang membawa senjata api laras
pendek sementara seorang lainnya membawa senjata api laras panjang.
Ade
mengatakan, di dalam mobil, korban diikat tangan dan diplakban mulut
serta mata. Dirinya mengaku belum dapat memastikan senjata api, yang
dibawa kelompok perampok, itu adalah senjata api mainan atau senjata
sungguhan karena tidak sampai diletuskan.
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Selidiki Perampokan ATM di Bekasi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan