Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diding Kamaludin, ayahanda Putri(3) balita yang tewas terpanggang saat pasar Stasiun Cakung terbakar mengaku saat kejadian sekeluarga tengah terlelap pulas di kios buahnya (yang sebelumnya ditulis pedagang kopi).
Saat ditemui wartawan usai insiden tersebut, ia terus memejamkan mata sembari terus beristighfar dengan nafas tersengal, setiap kali mengingat anak tunggalnya.
"Saya dan keluarga lagi tidur, dengar warga ribut-ribut saya bangun, saya lihat ada api terus saya lari," katanya di lokasi kejadian, Cakung, Jakarta, Sabtu(10/3/2012).
Diding Kamaludin dan istrinya Neneng Ahadyah (yang sebelumnya ditulis Eneng Diah) langsung menyelamatkan diri dari si Jago merah yang mulai membesar.
Tanpa ia sadari, Putri yang tengah tertidur pulas mereka tinggalkan (yang sebelumnya ditulis tengah bermain ke kios kerabatnya). Pasangan tersebut baru sadar Putri mereka tinggalkan saat keduanya sudah berada jauh dari lokasi kebakaran.
"Waktu saya mau masuk lagi nolong Putri, saya dihalang-halangi,"kata Diding.
Putri pun ditemukan tewas terbakar tak lama setelah api berhasil dipadamkan. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Bekasi, untuk menjalani otopsi.
Sementara itu, Neneng masih terus tak sadarkan diri di kios milik kerabatnya di Pasar Bintara, setelah mengetahui anak tunggal mereka tewas terbakar.
Baca tanpa iklan