News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Earth Hour, Jakarta Hemat Listrik 214 Megawatt

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Grand Hyatt, peringati earth hour

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kegiatan 'Earth Hour' yang sudah menjadi kegiatan tahunan di Jakarta, selain menjadi momentum perubahan gaya hidup juga terus menunjukkan efektivitasnya dalam upaya penghematan listrik secara nyata. Terbukti, jika pada tahun lalu kegiatan tersebut hanya mampu menghemat listrik sebesar 170 megawatt atau sebanding dengan 151 ton gas rumah kaca, kali ini kegiatan serupa yang memasuki tahun keempat tersebut mampu menghemat listrik hingga 214 megawatt.

Manager Area PLN Menteng, Agus Sutopo mengungkapkan, aksi pemadaman listrik yang dipusatkan di Mall Central Park, Jakarta Barat, sejak pukul 20.30-21.30 Wib telah terjadi penghematan listrik yang cukup signifikan. Sebab berdasarkan penghitungan yang dilakukan pihak PLN, wilayah area Jakarta sebelum listrik dipadamkan bebannya mencapai 3.251 megawatt. Namun, saat earth hour berlangsung selama satu jam bebannya turun menjadi 3.037 megawatt.

Selain itu juga mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM) 64 kiloliter, dan menekan esensi emisi CO2 hingga 154.

“Artinya selama satu jam listrik dipadamkan untuk wilayah DKI Jakarta, bukan saja berhasil menghemat 214 megawatt listrik. Tapi, juga memiliki dampak pada penghematan lainnya,” ungkap Agus, Sabtu (31/3/2012) malam.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan kegiatan earth hour yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang bekerjasama salah satunya dengan WWF Indonesia memiliki hasil positif. Sebab, hanya mematikan aliran listrik selama satu jam, wilayah HI, Sudirman, Monas, Kuningan dan lain sebagainya hasilnya sudah sangat signifikan.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat Jakarta untuk merubah gaya hidup dengan melakukan penghematan energi listrik. Salah satunya selain turut berpartisipasi mematikan lampu di rumah selama satu jam, juga langsung mematikan lampu bila sudah tidak dipakai.

“Dengan konsep 60+, diharapkan earth hour tidak sekadar dianggap sebagai aktifitas bersama mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai selama 1 jam, tapi juga menjadi momentum bersama mengingat saat ini yang sulit adalah merubah pola pikir masyarakat untuk melakukan penghematan setiap hari,” tambah Fauzi Bowo.

Saat ini di Indonesia sudah terdapat 26 kota besar yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya ketika kali pertama digagas, kegiatan itu hanya hanya diikuti 7 kota.

Sementara itu, berdasarkan pantauan saat lampu taman dan sebagian ruangan mal dipadamkan dalam kegiatan tersebut, suasana menjadi gelap. Kondisi tersebut membuat pengunjung mal banyak yang menghentikan aktifitasnya. Sebagai pengganti lampu, mereka diberi lilin sebagai penerangan dengan suguhan hiburan musik dari sejumlah grup band.(BeritaJakarta.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini