News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur DKI

Gerindra Nilai KPU DKI Tak Transparan

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gedung KPU DKI Jakarta di Jl Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra yang mengusung pasangan Jokowi-Ahok menilai KPU DKI tidak transparan menjelaskan alasan-alasan suatu pasangan lolos menjadi Cagub-Cawagub DKI.

Gerindra mengambil contoh dukungan Partai Damai Sejahtera (PDS) ke pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang dianggap tidak sah.

"KPU DKI harusnya jelaskan secara rinci, kenapa calon ini bisa lolos, dan sebagainya. Contohnya, dukungan PDS kan ada yang ke Alex-Nono dan Fauzi Bowo-Nachrowi. Harusnya dijelaskan kenapa dukungan ke Fauzi Bowo-Nachrowi gugur," ujar Taufik, Jumat (11/5/2012) di kantor KPU DKI.

Menurutnya alasan KPU DKI yang tak menjelaskan hal tersebut karena keterbatasan waktu tak masuk akal. Taufik menuturkan hal tersebut diatur dalam peraturan perundangan, dimana KPU harus menjelaskan secara rinci.

"Bagaimana verifikasi terhadap calon independen juga seharusnya dijelaskan secara rinci. Jangan-jangan besok ada yang menggugat KPU," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pokja Pencalonan KPU DKI Jamaluddin F Hasyim, menerangkan dukungan PDS untuk pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dinyatakan tidak sah karena tidak mempunyai legalitas.

"Dari DPP PDS, menyatakan dukungan yang sah adalah ke pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Kami melihat dari legalitasnya," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini