News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Buku 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia Dimusnahkan

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemusnahan Buku terbitan gramedia pustaka utama yang berjudul 5 kota paling berpengaruh di dunia yang merupakan terjemahan dari buku berjudul 5 cities that ruled the world karya Douglas Wilson di Jalan Palmerah no 21, Jakarta Pusat, Rabu (13/06/2012). Buku itu mulai diedarkan pada maret 2012 sebanyak 3000 eksemplar. (Tribun Jakarta/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penerbit Gramedia Pustaka memusnahkan sebanyak 216 buku berjudul 5 Kota yang Paling Berpengaruh di Dunia. Buku ini sempat menuai kontroversi karena menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai perompak dan perampok.

Seromoni pembakaran buku yang memiliki sampul berwarna kuning itu dilangsungkan di halaman kompleks perusahaan Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Hadir dalam acara itu, CEO Kompas Gramedia Group, Agung Adiprasetyo, Direktur Gramedia Pustaka Utama, Wandi S Brata, Direktur Coprorate Kompas Gramedia, Widi Krastawan, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin, dan segenap petinggi Kompas Gramedia Group, serta MUI.

Kepada wartawan, Direktur Gramedia Pustaka Utama, Wandi S Brata, menjelaskan, pihaknya dengan cepat merespon keluhan masyarakat terhadap buku itu, dengan menariknya dari pasar.

"Kami menarik buku itu di hari yang sama, saat kami menerima keluhan hari Jumat lalu. Kalau Anda mencarinya di Gramedia saat itu, pasti Anda sudah tidak menemukannya," katanya.

Adapun kontroversi kalimat Nabi Muhammad adalah seorang perompak dan perampok, dalam buku itu, terangnya, merupakan keteledoran yang dilakukan pihaknya.

Ia membeberkan, buku 5 Kota yang Paling Berpengaruh di Dunia, merupakan saduran dari penulis barat, bernama Douglas Wilson. Dalam buku itu banyak menggunakan literatur barat, saat menjelaskan sejarah kota Yerusalem.

Penterjemah Gramedia, lanjutnya, menterjemahkan buku berbahasa Inggris itu, ke dalam bahasa Indonesia secara mentah-mentah.

Secuplik kalimat yang menuai kemarahan umat Islam Indonesia itu, katanya, merupakan hasil saduran dari buku aslinya. Sayangnya itu lolos dari sensor berlapis yang ada di Gramedia Pustaka Utama.

"Ini keteledoran, saya cek versi inggris dan indonesianya, sama. Penerbit seharusnya mempermak itu," ucapnya.

Gramedia, menerbitkan sekitar 3000 buku, 5 Kota yang Paling Berpengaruh di Dunia, dimana saat ini sudah hampir seluruhnya ditarik. "Kita bakar di Surabaya, Pekanbaru. Dan hari ini disini. Jumlahnya lagi saya kordinir," tuturnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini