News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur DKI

Membicarakan SARA Bukan Berarti Menghina

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Sumarno, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Dahliah Umar, Aminullah,Suhartono, dan Jamaluddin Faisal Hasyim (ki-ka), saat rapat pleno penyusunan dan penetapan rekapitulasi jumlah daftar pemilih tetap Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sabtu (2/6/2012). Dalam rapat pleno tersebut jumlah DPT ditetapkan sebanyak 6.982.179 pemilih. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan dari Pradita Seti Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) bidang Kampanye, Suhartono, mengatakan membicarakan isu SARA bukan berarti menghina. Ia menilai, masyarakat harus lebih dewasa dalam menyikapi penggunaan isu tersebut.

Masyarakat pun tak perlu cepat menilai sebuah pembicaraan SARA adalah bentuk penghinaan menurut pria berkacamata ini.

"Dalam masa kampanye, orang boleh membicarakan SARA. Tapi, tidak boleh menghina," kata Suhartono ketika ditemui di kantornya, Rabu (1/8/2012).

Suhartono juga menyatakan, yang menilai tindakan penggunaan isu SARA yang mengandung penghinaan adalah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Seberapa jauh derajat penghinaan itu saya pikir kapasitasnya panwaslu," kata Suhartono.

Dengan kedewasaan terhadap isu ini, masyarakat bisa lebih fokus ke Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Ia juga mengatakan, masyarakat bisa lebih fokus menilai visi dan misi yang dibawa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Menilai, apakah pasangan calon gubernur bisa menyelesaikan masalah yang dipunya oleh Jakarta," kata Suhartono.

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini