News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur DKI

Politisasi SARA Pembodohan Akal Sehat Rakyat

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisasi SARA Pembodohan Akal Sehat Rakyat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan calon yang maju dalam putaran kedua pemilukada DKI diminta lebih fokus pada kampanye visi dan misi, bukan politisasi SARA. Politisasi SARA merupakan bentuk pembodohan terhadap akal sehat rakyat.

Hal ini diutarakan oleh Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, yang mengatakan pasangan calon seharusnya melakukan kampanye yang mendidik pemilih dan masyarakat dengan fokus pada program dan visi misi yang ditawarkan dalam membangun kota metropilitan dan ibukota DKI Jakarta.

Menurutnya pasangan calon seharusnya berebut simpati dan suara pemilih Jakarta dengan hal-hal yang terukur, melalui tawaran program dan visi misi yang menggambarkan apa yang akan dilakukan lima tahun kedepan.

"Bukan dengan politisasi SARA. Itu merupakan bentuk nyata pembodohan atas akal sehat pemilih dan rakyat," ungkap Titi, Minggu (12/8/2012).

Titi pun meminta pihak kepolisian untuk tidak mendiamkan kasus-kasus dan politik SARA dalam pemilukada DKI hanya karena alasan hal tersebut adalah rezim pemilukada yang mesti ditangani Panwaslu DKI. Kepolisian, lanjutnya, harusnya menempatkan politik SARA sebagai ancaman terhadap kemajemukan dan kesatuan kebangsaan sebagai NKRI.

"Isu SARA tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Jika diperlukan, kepolisian hendaknya bisa sesegera mungkin melakukan asistensi terhadap pengawas pemilu jika dirasa ada keterbatasan kapasitas pada jajaran pengawas pemilu. Saya juga imbau pada semua pihak, politik SARA tidak akan membawa dampak besar terhadap kemenangan pasangan calon," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini