News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Persidangan John Kei

Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Mengabulkan Eksepsi

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

John Refra Kei atau John Kei, terdakwa kasus pembunuhan mantan Bos PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung, berada di mobil tahanan usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2012). Terdakwa dijerat oleh Jaksa dengan pasal pembunuhan berencana dan terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam persidangan pembacaan eksepsi oleh tim penasihat hukum terdakwa John refra Kei,   menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat.

"Merujuk uraian dakwaan kesatu primair dan subsidair, sama sekali tidak diuraikan secara tegas dan jelas peran dari masing-masing terdakwa," ujar Indra saat persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (4/9/2012).

Indra mengatakan JPU tidak secara tegas menjelaskan peran terdakwa John Kei, Joachim Joseph Hungan dan Muchlis B Sahab. Apakah sebagai orang yang melakukan atau sebagai orang yang menyuruh melakukan atau sebagai orang yang turut melakukan dalam merencanakan pembunuhan terhadap korban atau dengan sengaja merampas nyawa orang lain (korban).

Menurut Indra, peran terdakwa sebetulnya sangat menentukan kapasitas perbuatan sehingga perbuatan mana yang dapat dikenakan dengan rumus Pidana.

Lebih lanjut, Indra mengatakan bahwa Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP yang didakwakan kepada para terdakwa terlihat sumir.

Sebab, JPU sama sekali tidak menguraikan cara atau keadaan yang melekat dari diri para terdakwa dalam melakukan perbuatan yang dapat didakwakan.

"Untuk itu, kiranya Majelis Hakim mengabulkan eksepsi penasihat hukum para terdakwa," kata Indra.

Berita Terkait: Persidangan John Kei
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini